SOLOPOS.COM - Elpiji 3 kg (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGAYAR-—Sejumlah warga di daerah perbatasan Karanganyar-Sragen mengeluhkan langkanya elpiji tiga kilogram di daerah mereka. Fenomena itu terjadi sejak dua pekan terakhir. Penggunaan elpiji sebagai bahan bakar mesin disel oleh petani dituding menjadi penyebab kelangkaan tersebut.

Salah seorang warga RT 003/RW 002, Dusun Gondang, Desa Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang, Sukoraharjo, 46, mengaku kelangkaan terjadi sejak dua pekan terakhir. Selain langka, harga jualnya pun jauh berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni menyentuh Rp20.000 per tabung.

Promosi Selamat! Direktur Utama Pegadaian Raih Penghargaan Best 50 CEO 2024

“Sudah dua pekan sulit sekali mencari elpiji melon. Kalau ada ya, harganya bisa tembus Rp20.000. Tapi beberapa hari terakhir sudah tidak sulit, meski harganya tetap di atas HET,” terang dia kepada Solopos.com, Jumat (26/9/2014)

Camat Mojogedang, Yopi Eko Jati Wibowo, membenarkan kelangkaan tersebut. Kelangkaan barang bersubsidi itu utamanya terjadi di Desa Munggur dan di Pasar Jambangan.

“Ke dua wilayah itu hanya berbatasan jalan dengan Sragen. Pasar Jambangan merupakan pusat penjualan elpiji, saya kira pengecer maupun pangkalan tidak benar-benar tahu apakah menjual kepada warga lokal atau luar daerah, sehingga terjadi kebocoran,” kata dia.

Yopi menjelaskan keluhan warga ihwal kelangkaan elpiji tidak begitu parah. Kendati begitu, keluhan itu sempat membikin pihaknya mengecek langsung ke lapangan. Warga menduga petani luar daerah membeli elpiji untuk bahan bakar mesin disel.

“Informasinya digunakan petani untuk bahan bakar mesin disel. Pun penggunanya di luar Karanganyar, karena itu kami tak bisa berbuat apa-apa,” ujar dia.

Dikatakan lebih lanjut, sampai saat ini pasokan elpiji bersubsidi itu lancar dan tidak ada kendala. Kendati begitu, ia mengaku belum mendapatkan laporan soal kenaikan harga elpiji di atas HET.

Terpisah, Kasubag Sumber Daya Alam (SDA) Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, Farida, mengatakan kebocoran kuota elpiji di daerah perbatasan memang kerap terjadi. Padahal, kuota untuk Karanganyar tidak berubah dengan jatah harian 22.451 tabung.

“Dengan adanya rembesan di daerah perbatasan, jatah yang seharusnya cukup menjadi kurang. Meskipun tidak terlalu meresahkan, namun fenomena ini membuat kami sempat meminta tambahan kuota,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya