Tutup Iklan

KELANGKAAN BBM : Begini Dampak Krisis BBM bagi Warga Karimunjawa

KELANGKAAN BBM : Begini Dampak Krisis BBM bagi Warga Karimunjawa

SOLOPOS.COM - Ilustrasi persediaan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina. (JIBI/Bisnis/Dok.)

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda Karimunjawa, Jepara.

Solopos.com, KARIMUNJAWA – Sudah lebih dari dua pekan kawasan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi itu pun membuat aktivitas warga di pulau yang kerap dijuluki Paradise of Java menjadi terganggu.

Sekretaris Kecamatan Karimunjawa, Nur Soleh Prasetyawan, mengatakan kelangkaan BBM tak hanya mengganggu aktivitas warga. Krisis BBM juga berdampak pada kunjungan wisatawan ke pulau yang terletak di tengah-tengah Laut Jawa tersebut.

“Kalau dulu, saat kondisi normal, kunjungan wisatawan ke Karimunjawa bisa mencapai 1.000 orang per pekan. Kini, tinggal 5%-nya. Penurunan jumlah wisatawan, selain karena kelangkaan BBM juga cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini,” tutur Soleh saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (1/2/2018).

Soleh mengatakan sampai saat ini Karimunjawa belum mendapat kiriman BBM dari Pertamina. Kali terakhir, BBM diperoleh masyarakat Karimunjawa adalah pada pertengahan Desember 2017.

Kondisi itu pun membuat ketersediaan BBM baik di tingkat pengecer maupun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kosong.

“Di sini [Karimunjawa] cuma ada satu SPBU, yakni SPBU AMS. Itu pun sudah tutup sejak beberapa pekan lalu dan tidak melayani pelanggan karena sudah tidak memiliki stok BBM,” tutur Soleh.

Dengan kelangkaan BBM itu pun masyarakat Karimunjawa menjadi sulit beraktivitas. Tidak hanya anak-anak sekolah, para aparatur sipil negara (ASN) pun harus berjalan kaki maupun menggunakan sepeda untuk mencapai lokasi tujuan.

“Jumlah kendaraan yang melintas di jalanan saat ini jumlahnya juga sangat sedikit. Mungkin terdampak kelangkaan BBM,” beber Soleh.

Soleh menambahkan kelangkaan BBM tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di daratan. Krisis BBM juga memberikan dampak bagi para nelayan yang mencari mata pencarian di laut.

“Terutama untuk nelayan penangkap cumi. Mereka sekarang tidak bisa melaut karena habisnya stok BBM jenis Pertalite. Untuk penangkap cumi kan tidak hanya butuh Solar untuk menjalankan mesin kapal, tapi mereka juga butuh bensin untuk menghidupkan genset. Kalau enggak ada genset, mereka tidak bisa menghidupkan lampu penerangan saat malam hari untuk mencari cumi,” beber Soleh.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Perketat PPKM Mikro

Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Boyolali melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Pemkab Boyolali pun memperketat aturan PPKM berskala Mikro.

Positif Covid-19, Hanung Bramantyo Awalnya Tunjukkan Gejala Ini

Di unggahan Instagram, Zaskia juga mengungkap kronologis sampai Hanung dinyatakan positif Covid-19.

Pemkab Klaten Hibahkan Lahan untuk Polsek Ngawen, Kapan Ditempati?

Selain lahan seluas 700 m2 sebagai Polsek Ngawen, Pemkab Klaten juga menyerahkan tiga unit kendaraan operasional ke Polres Klaten.

Islam Aboge, Akulturasi Dakwah dengan Muatan Budaya Lokal

Islam Jawa atau yang dikenal dengan Islam Kejawen sejak lama telah dikenal sebagai akomodatif dengan muatan budaya lokal.

Kades dan Carik Tenggak Sragen Positif Covid-19, Balai Desa Tetap Buka

Kepala Desa atau Kades Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Setyanto, terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status tanpa gejala. Ia harus menjalani isolasi mandiri.

Vaksin Ampuh, 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Covid-19 Sembuh

90% Tenaga kesehatan (nakes) di Kudus yang sempat terpapar Covid-19 akibat menangani pasien berangsur pulih, mereka sebelumnya sudah menjalani vaksinasi.

Stripe Baru Bikin Tampilan Honda New CB150 Verza Makin Segar

Honda New CB150 Verza dapat sentuhan terkini oleh PT Astra Honda Motor (AHM) berupa stripe baru untuk menonjolkan kesan gagah.

Jadwal Euro 2020 Malam Ini, Inggris Vs Skotlandia Main Pukul 02.00 WIB

Inggris dan Skotlandia acapkali disebut punya rivalitas tertua di dunia, keduanya melakoni duel pertama pada 30 November 1872.

Underpass Makamhaji Sukoharjo Rawan Kecelakaan, Banyak Pengemudi Tak Melihat Beton Pembatas Jalan

Kecelakaan lalu lintas kerap kali terjadi di area Underpass Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Terbaru, mobil menabrak beton pembatas jalan.

Waduh! Kasus Covid-19 Naik Tajam, Mungkinkah RI Susul India?

Meski kasus Covid-19 naik tajam, sayangnya masih saja ada warga RI yang abai akan protokol kesehatan.

Gara-Gara Covid-19 Meningkat, 1 Gang di Selokaton Karanganyar Lockdown

Lockdown diberlakukan di salah satu gang perkampungan di Ngangkruk, Selokaton, akibat kasus Covid-19 cukup tinggi. 

Ribuan Petak Keramba Ikan di Rawa Jombor Klaten Terancam Digusur

Ribuan petak keramba ikan jaring apung yang berada di kawasan Rawa Jombor Klaten terancam digusur proyek revitalisasi.