Tutup Iklan

Kelamaan Parkir Selama Pandemi, Waspada Ban Mobil Alami Flat Spot

Waspada kelamaan parkir bisa bikin ban mobil alami kasus flat spot.

 Ilustrasi-ban-GT-Radial-Antara.jpeg

SOLOPOS.COM - Ilustrasi-ban-GT-Radial-Antara.jpeg

Solopos.com, SOLO – Kebijakan pembatasan sosial mungkin menjadikan kendaraan anda terlalu lama parkir di rumah. Waspada jika saat digunakan jalan kendaraan, termasuk mobil, menjadi tidak stabil jangan-jangan itu karena kasus flat spot.

Flat spot adalah istilah yang dikenal untuk kasus ban yang tidak rata tingkat ketebalannya. Kasus ban botak sebagian atau flat spot tersebut bisa disebabkan oleh lamanya posisi ban saat parkir menempel lantai. Tentu saja ada beberapa karakter lantai yang mempengaruhi lapisan ban. Ada keramik, ataupun alas beton sesuai kondisi parkiran masing-masing.

Baca Juga: Perhatikan! Ini 6 Langkah Jitu Rawat Ban Mobil

Nah, jika mobil anda jarang dipakai atau menempatkan ban pada posisi yang sama dalam waktu yang lama tentu akan memberi perbedaan dampak dibanding permukaan yang tak bersentuhan langsung dengan lantai. Itu disebut salah satu penyebab flat spot pada ban.

Selain masalah penampilan yang berubah, sayangnya flat spot juga mempengaruhi masalah performa saat mobil melaju. Faktor stabilitas kemudi bisa saja menjadi terganggu karena kasus ini.

Berikut cara mengatasi flat spot sebagaimana dirangkum Solopos.com, Jumat (22/10/2021), dari laman resmi Honda Solobaru. Berdasarkan keterangan di laman itu, flat spot lazimnya disebabkan oleh beban mobil yang menimpa ban di satu sisi secara terus menerus dan dalam kurun waktu lebih dari 30 hari.

Baca Juga: Bukan Udan Tanpo Angin, Ini Ban Tanpa Angin Michelin!

Jika belum menemui kasus tersebut, ada baiknya anda mulai memikirkan cara menghindarinya. Lakukan pengecekan secara rutin sebagaimana telah ditunjukkan dalam buku manual yang kita dapat saat membeli. Atau, anda bisa mengecek stiker yang memuat petunjuk perlakuan ban yang terdapat pada samping pintu pengendara.

Selain tekanan ban yang perlu dijaga, ada kode-kode kondisi ban yang perlu anda ketahui untuk mengenal lebih karakter roda mobil anda. Seperti tanda segitiga kecil yang biasanya diletakkan di dinding ban dekat dengan tapak ban. Tanda segitiga itu adalah Tread Wear Indicator (TWI).

TWI adalah tanda yang ada di dasar dinding ban yang umumnya memuat enam petunjuk batas keausan. Batas minimal ketinggian telapak ban adalah 1,6 mm. Ketinggian tersebut diukur berdasarkan ketebalan telapak yang rata.

Baca Juga: Honda Jazz: Kisah Kita Berakhir di Februari, Dilepas Mantan Seharga?

Tentu saja anda tak bisa menganggap sepele jika tanda pada TWI telah mengisyaratkan saatnya ganti ban. Ban yang telah aus membentu alur dan dibarengi menipisnya ban.

Tentu saja dalam kondisi ini, ban akan lebih rentan mengalami flat spot. Nah, yang perlu dicatat selanjutnya adalah risiko jika ban mulai aus yang bisa memberi efek hydroplanninga tau mengambang jika menghadapi permukaan air. Ini ditandai dengan daya cengkeram ban terhadap jalan semakin minim.


Berita Terkait

Espos Plus

Cerpen Selendang Bidadari

+ PLUS Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Berita Terkini

Tesla Luncurkan Cyberquad, ATV Bertenaga Listrik Seharga Rp27,4 juta

Kendaraan listrik mainan anak produk Tesla, Cyberquad mulai dipasarkan.

Tahun Depan, Jeep New Grand Cherokee Diboyong ke Indonesia

PT DAS Indonesia Motor bakal memboyong Jeep New Grand Cherokee ke Indonesia.

Toyota Luncurkan Teknologi T-Mate, Apa Itu?

Toyota sempurnakan teknologi keamanan dengan meluncurkan T-Mate.

Anjlok, Hyundai Hanya Jual 312,602 Unit Hingga November

Penjualan Hyundai Group secara global dilaporkan anjlok tahun ini.

Cara Honda Wujudkan Kendaraan Bebas Risiko Tabrakan

Honda kembangkan teknologi untuk membebaskan risiko tabrakan.

Xiaomi Mulai Gerak ke Mobil Listrik, Bakal Produksi Baterai Tahun Depan

Xiaomi mulai bergerak ke industri mobil listrik.

Unik, Sentuhan Animasi Robot GUNDAM dalam Sepeda Listrik NIU

Sentuhan grafis ciri khas robot GUNDAM pada sepeda listrik NIU.

Jeep Compass Ramaikan SUV Indonesia, Mampu Gerus Fortuner & Pajero?

Jeep Compass ramaikan pasar otomotif Indonesia dengan membidik segmen SUV Premium.

Komunitas All New Ertiga Jateng DIY Gelar Tasyakuran Anniversary ke-2

ANE_ID Chapter Jateng DIY komunitas All New Ertiga Indonesia menggelar puncak acara anniversary atau ultah ke-2 pada pada Minggu (28/11/2021).

Nissan Bakal Mulai Bisnis Baru dan Gelontorkan $17,6 Miliar

Skema Nissan hadapi era elektrifikasi, salah satunya gelontorkan dana untuk bangun infrastruktur.

Yamaha All New R15: Bisa Pantau Kondisi Realtime dari Ponsel

Teknologi berbasis bluetooth untuk memantau kondisi motor secara realtime bisa didapat pada Yamaha All New R15.

Mungil, Kendaraan Listrik $25 Juta Ini Punya 110 Tenaga Kuda

Kendaraan listrik yang didesain untuk penunjang kerja pertanian seharga $25 juta memiliki 110 tenaga kuda.

Trail Prototipe Pindad Cocok Juga Buat Tunjang Kerja Babinsa

PT Pindad kenalkan motor listrik bergaya trail, MotoEV.

All New Xenia, 1.300 CC Sementara Paling Diminati

All New Daihatsu Xenia disebut telah terjual 468 unit dan kapasitas mesin 1.300 cc masih paling diminati.

Yamaha Hadirkan All New R15 Connected, Ini Fitur-Fitur Andalannya

All New R15 Connected memiliki desain generasi terbaru R-Series dengan R-DNA dan memadukan karakter line up motor Yamaha berkapasitas besar.