KEKERINGAN SUKOHARJO : Bantuan Air Bersih Dianggarkan Rp2 Miliar
Ilustrasi kekeringan (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Kekeringan Sukoharjo yang menimpa beberapa wilayah akan mendapatkan bantuan air bersih dengan anaggaran Rp2 miliar.

Solopos.com, SUKOHARJO – Bantuan air bersih selama musim kemarau dianggarkan lebih dari Rp2 miliar. Anggaran itu berasal dari dana tak terduga APBD Kabupaten Sukoharjo yang diplot untuk bencana alam.

 Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto, mengatakan dana tak terduga tak hanya digunakan untuk membiayai bantuan air bersih melainkan bencana alam lainnya seperti kebakaran dan tanah longsor.

“Jadi tak hanya untuk bantuan air bersih namun bencana alam lainnya. Dana tak terduga yang disiapkan lebih dari Rp2 miliar,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (5/8/2015).

Selama ini, permohonan air bersih baru diajukan warga Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari. Di wilayah itu terdapat ratusan keluarga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Namun, tak menutup kemungkinan warga yang berdomisili di daerah rawan kekeringan lainnya juga mengajukan permohonan bantuan air bersih.

Mekanismenya, lanjut Suprapto,  masyarakat bisa melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo terkait permintaan air bersih. Laporan itu akan diteruskan kepada Bupati Sukoharjo yang dilanjutkan kepada PDAM Tirta Makmur Sukoharjo.

“Belum ada warga desa lainnya yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Saat ini, baru warga Desa Watubonang, Tawangsari yang mengajukan permohonan bantuan air bersih,” ujar dia.

Menurut dia, debit air beberapa sumber air di wilayah Sukoharjo bagian selatan menyusut drastis. “Kami akan mengantisipasi bencana kekeringan dengan memberi bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan. Apalagi ada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El Nino dengan panjangnya musim kemarau hingga Desember,” papar dia.

Di sisi lain, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Makmur Sukoharjo, Slamet Sanyoto, mengatakan segera mengestimasi kebutuhan air warga yang berdomisili di daerah rawan kekeringan selama musim kemarau. Estimasi dilakukan untuk mengetahui perkiraan kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

Namun, Slamet belum dapat memastikan perkiraan estimasi kebutuhan air bersih selama musim kemarau. Apabila perkiraan BMKG mengenai fenomena El Nino akurat maka kebutuhan air bersih selama musim kemarau lebih banyak dibanding tahun lalu.

“Tergantung jumlah permohonan bantuan air bersih dari warga. Tahun lalu, jumlah mobil tangki air bersih yang dikirim ke daerah kekeringan lebih dari 100 unit,” papar dia.

PDAM akan menyiagakan tiga unit mobil tangki untuk mengirim bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan. Tiga unit mobil tangki itu stand by untuk mengirim bantuan air bersih.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom