KEKERINGAN SUKOHARJO : Atasi Kekeringan, 13 Sumur Dalam Dibangun
Ilustrasi sumur dalam (JIBI/Solopos/Dok.)

Kekeringan Sukoharjo mengancam beberapa wilayah. Sebanyak 13 sumur dalam akan dibangun di Sukoharjo bagian selatan.

Solopos.com, SUKOHARJO Sebanyak 13 sumur dalam dibangun di wilayah Sukoharjo bagian selatan pada tahun ini. Pembangunan sumur dalam itu sebagai solusi permanen atas bencana kekeringan yang selalu berulang setiap musim kemarau.

Kepala Seksi (Kasi) Penyehatan Lingkungan Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo, Utami Murputriawati, mengatakan mayoritas sumur dalam yang dibangun menyebar di wilayah Sukoharjo bagian selatan seperti Kecamatan Nguter, Kecamatan Bulu, dan Kecamatan Weru. “Hanya satu sumur dalam yang dibangun di Kecamatan Polokarto. Sumur dalam lainnya dibangun di Sukoharjo bagian selatan,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (1/7/2015).

Dia memerinci sumur dalam yang dibangun di Kecamatan Nguter sebanyak tiga sumur, lima sumur di Kecamatan Bulu, empat sumur di Kecamatan Weru, dan satu sumur di Kecamatan Polokarto. Pembangunan sumur dalam diprioritaskan di wilayah Sukoharjo bagian selatan lantaran menjadi daerah langganan kekeringan selama musim kemarau.

Sebagian sumur dalam masih dalam tahap pembangunan. Sementara sebagian sumur dalam lainnya akan dibangun pada akhir tahun ini. “Pembangunan sumur dalam akan dilakukan secara bertahap,” ujar dia.

Begitu proyek pembangunan sumur dalam rampung diharapkan mampu mengatasi krisis air yang kerap melanda warga yang rawan kekeringan.

Utami mengaku selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo untuk mencari solusi permanen bencana kekeringan di Kabupaten. Saat ini, sumber air belum mengering sehingga masih bisa dimanfaatkan warga.

“Kami sudah mengecek ke lapangan, sumber air belum mengering meskipun debit airnya mulai berkurang. Harapannya, dengan dibangun sumur dalam maka warga tak lagi kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau,” tutur dia.

Di sisi lain, Camat Bulu, Sunarjo, mengatakan hingga sekarang belum ada laporan permintaan air dari warga. Mereka masih memanfaatkan beberapa sumber air di wilayah Bulu yang belum mengering.

Biasanya, laporan permintaan air bersih diajukan oleh pemerintah desa/kelurahan ke pemerintah kecamatan. Selanjutnya, pemerintah kecamatan segera mengirim laporan permintaan air bersih ke Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Sukoharjo. Pemkab melalui PDAM Tirta Makmur Sukoharjo segera mengirim bantuan air bersih melalui mobil tangki ke daerah kekeringan.

“Biasanya laporan permintaan air bersih diajukan saat puncak musim kemarau, mungkin Agustus atau September,” katanya.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom