KEKERINGAN KARANGANYAR : Puluhan Bibit Tanaman Anggrek Mati Gara-Gara Kurang Air

 Warga RT 002/RW 013 Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Sugi, 50, menunjukkan sejumlah bibit anggrek yang mati akibat cuaca panas, Jumat (12/9/2014). (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Warga RT 002/RW 013 Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Sugi, 50, menunjukkan sejumlah bibit anggrek yang mati akibat cuaca panas, Jumat (12/9/2014). (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR – Puluhan bibit anggrek di Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, mati akibat kekurangan asupan air.

Musim kemarau dengan cuaca terik membuat tanaman itu mati, meski setiap hari selalu disiram air. Dusun Kedungdowo adalah sentra budidaya anggrek di Bumi Intanpari. Setiap keluarga di dusun tersebut menanam ratusan tanaman anggrek berbagai jenis di halaman rumahnya.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Salah seorang warga RT 002/RW 013 Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Larni, 60, mengaku rutin menyiram bibit anggreknya dua kali sehari.

Meskipun begitu, cuaca yang terik menyebabkan lebih dari separuh anggrek yang dibudidaya kering dan tidak berbunga. “Saya dulu mendapatkan bibit 100 batang. Setiap empat bulan sekali saat anggreknya sudah hampir berbunga, ada yang mengambil ke rumah,” terang dia, saat berbincang dengan , Jumat (12/9/2014).

Larni mengatakan kekeringan terjadi hampir beberapa bulan terakhir. Pamsimas yang ada di lingkungan setempat, digunakan hanya untuk kebutuhan air rumah tangga.

Warga lain, Sugi, 50, mengaku sudah kali ketiga menyerahkan bibit anggrek yang sudah siap berbunga ke Rumah Anggrek Matesih.

“Kadang bibit dari sana [Rumah Anggrek] tidak begitu bagus. Ditambah perawatan di sini yang kurang dan cuaca terik, tiga hingga empat bulan berikutnya hasilnya juga tidak begitu bagus,” kata dia, sambil menambahkan pemupukan terpaksa tidak dilakukan karena dapat mengundang hama.

Terpisah, Pengelola Rumah Anggrek Matesih, Fendi Supriyanto, mengatakan anggrek membutuhkan siraman air dua kali dalam sehari. Ia juga mengakui sejumlah anggrek tidak tahan terhadap cuaca panas.

“Memang banyak yang mati, tapi tidak sampai semuanya. Kemungkinan 30 persen dari total seluruh bibit yang ada. Karena itu sekarang yang kami bagikan adalah bibit anggrek denro, yang lebih tahan [cuaca] panas,” kata dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

+ PLUS Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

Berita Terkini

Sudah Saatnya Perguruan Tinggi Desain Ulang Kurikulum, Ini Alasannya

Dalam seminar nasional yang digelar Universitas Surakarta (Unsa), Anggota DPR RI, Rizqinizamy Karsayuda, meminta perguruan tinggi mendesain ulang kurikulum dengan menguatkan pendidikan vokasi.

Punya 20 Kru, Berapa Penghasilan Youtuber Naisa Alifia Yuriza?

Mengaku mempekerjakan 20 kru, lalu berapakah penghasilan Youtuber muda Naisa Alifia Yuriza?

Bertemu Presiden Ukraina, Jokowi Lewat Polandia

Presiden Jokowi akan melewati Polandia untuk bertemu Presiden Ukraina Zelensky

Diundang Rembuk Atasi Stunting, Anggota DPRD Sragen Tak Ada yang Hadir

Masuk dalam tim percepatan penurunan stunting, tak ada satu pun anggota DPRD Sragen yang hadir dalam rembuk stunting yang digelar Pemkab Sragen. Bupati sempat mempertanyakan ketiadaan anggota DPRD dalam forum itu.

IHSG Sesi I di Zona Merah, Sejumlah Saham Longsor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (28/6/2022).

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Bakul Boyolali: Ribet!

Pembelian minyak goreng curah di Boyolali belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi per Selasa (28/6/2022), tetapi pedagang menyebut kebijakan tersebut lebih ribet dibandingkan memakai KTP.

Jadwal 8 Besar Piala Presiden: Persib vs PSS, PSIS vs Bhayangkara FC

Persib Bandung akan melawan PSS Sleman dan PSIS vs Bhayangkara FC pada babak perempat final atau 8 besar Piala Presiden 2022.

Misteri Burung Jalak Lawu, Jelmaan Pengikut Prabu Brawijaya V?

Burung Jalak Lawu yang kerap membantu pendaki diyakini sebagai jelmaan patih Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit.

Puluhan SD Negeri di Solo Kekurangan Siswa, Ada yang Dapat 2 Pendaftar

Sebanyak lebih dari 20 Sekolah Dasar (SD) negeri di Kota Solo, Jawa Tengah kekurangan siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022.

Satpol PP Tutup 12 Outlet Holywings di Jakarta, Ini 3 Jenis Pelanggaran

Penutupan Holywings di Jakarta menyikapi arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut izin operasi Holywings.

Manfaatkan REC PLN, Seluruh Istana Kepresidenan Diterangi Energi Hijau

Seluruh lingkungan kesekretariatan presiden, mulai dari istana kepresidenan di Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogya dan Tampaksiring sudah 100 persen menggunakan listrik dari energi terbarukan.

Jadwal Piala Presiden 2022 Hari Ini, Perebutan 1 Tiket Tersisa 8 Besar

Satu tiket tersisa perempat final Piala Presiden 2022 diperebutkan oleh RANS Nusantara FC dan Barito Putera.

Beli Migor Curah via PeduliLindungi, Luhut: Bisa Cepat Beradaptasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan ingin agar selama dua pekan masa sosialisasi dan transisi ini dijalankan, masyarakat mulai mencoba sistem baru ini.

Soal Warga Karanganyar Meninggal di Saluran Irigasi, Polisi: Dia Pikun

Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh Sukardi, 71, warga Kaling, Tasikmadu, Karanganyar yang ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (28/6/2022).

Latihan Timnas Amputasi Indonesia Persiapan Piala Dunia di Turki

Akan berlangsung di Turki pada akhir September hingga Oktober 2022