Tutup Iklan
Ilustrasi kekeringan. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, KLATEN -- Anggaran untuk bantuan air bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus menipis. Padahal kebutuhan air bersih di daerah kekeringan masih tinggi.

Dalam satu pekan ke depan, BPBD Klaten hanya mampu menyediakan 71 tangki air bersih untuk desa terdampak musim kemarau. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan sudah menyiapkan 800 tangki untuk bantuan air bersih ke 39 desa miskin air di musim kemarau.

Jumlah desa terdampak musim kemarau tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan 2018, yakni mencapai 23 desa. Pengadaan bantuan air bersih sebanyak 800 tangki pada 2019 menelan anggaran Rp200 juta.

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Letusan Pagi Ini

“Sejak jauh-jauh hari, kami sudah memprediksi musim kemarau di Klaten berlangsung hingga pertengahan November 2019. Stok tangki yang kami siapkan pun kami sesuaikan dengan prediksi itu. Hingga Rabu [6/11/2019], kami sudah memberikan 729 tangki," kata Sri Yuwana saat ditemui Solopos.com di Klaten, Kamis (7/11/2019).

Guna mengatasi menipisnya anggaran pengadaan air bersih, Sri Yuwana mengatakan BPBD Klaten mengajak sejumlah perusahaan guna memecahkan persoalan tersebut. BPBD Klaten masih membutuhkan stok air bersih setidaknya 100 tangki hingga akhir November mendatang.

Petani Madiun Temukan Ratusan Koin Kuno Saat Mencangkul

“Kami akan undang perusahaan di Klaten termasuk perusahaan swasta dan perusahaan daerah di Klaten. Intinya, kami berharap ada kepedulian dari perusahaan-perusahaan itu agar turut serta menyediakan stok air bersih,” katanya.

Sri Yuwana mengatakan BPBD Klaten juga aktif mengusulkan ke Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten terkait perlunya dibangun sumur bor di berbagai daerah yang dinilai miskin air.

Viral! Biduan Dangdut Lajang Jadi Kepala Desa di Lamongan

Hal itu menjadi strategi mengatasi minimnya air bersih di daerah terdampak musim kemarau. “Keberadaan sumur ini sangat penting. Bagi kami, bantuan air bersih ke daerah kurang air itu dari tahun ke tahun harusnya berkurang. Ini menjadi indikator keberhasilan menangani daerah kurang air bersih. Caranya, salah satunya dengan membangun sumur,” katanya.

Di samping itu, pemerintah desa (pemdes) juga diharapkan dapat memaksimalkan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) hingga masuk ke rumah warga.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten