Tutup Iklan

KEKERASAN TERHADAP ANAK : Keluarga Pengarak Siswi Telanjang Terancam 10 Tahun Penjara

KEKERASAN TERHADAP ANAK : Keluarga Pengarak Siswi Telanjang Terancam 10 Tahun Penjara

SOLOPOS.COM - Terdakwa pengarak siswi telanjang di Sragen mengikuti persidangan di PN Sragen, Senin (4/4/2016). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Kekerasan terhadap anak, PN Sragen mulai mengadili kasus pengarakan siswi telanjang di Sragen.

Solopos.com, SRAGEN--Keluarga pengarak siswi telanjang keliling kampung pada awal Januari lalu menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (4/4/2016). Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan menghadirkan empat terdakwa yakni SK, 50, istrinya, WL, 37, adik SK, SN, 43, dan BR, 66, ibu SK. Sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Dwi Hatmojo itu berlangsung tertutup. SK, WL dan SK yang berada dalam satu berkas mengikuti sidang lebih dulu. Sementara BR mengikuti sidang terpisah setelah mereka bertiga.

”Dalam materi dakwaan yang kami bacakan, keempat terdakwa itu dijerat dengan beberapa pasal alternatif yakni Pasal 37 jo Pasal 11 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi atau Pasal 80 Ayat 1 jo Pasal 76C UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 335 Ayat 1 KUHP [tentang perbuatan tidak menyenangkan] jo Pasal 55 KUHP [turun melakukan tindak pidana]. Rata-rata mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun,” kata Jaksa Afriyensi saat ditemui wartawan seusai sidang.

Sementara itu, kuasa hukum empat terdakwa, Henry Sukoco, mengatakan dari beberapa pasal itu, jeratan yang paling memberatkan adalah Pasal 80 Ayat 1 jo Pasal 76C UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. ”Saya sebagai kuasa hukum dari terdakwa tentu akan mengupayakan supaya hukuman yang mereka terima itu lebih ringan,” jelas Henry.

Henry menjelaskan pengarakan siswi telanjang keliling kampung itu merupakan bentuk kekesalan sesaat dari para terdakwa. Pengarakan itu, kata Henry, adalah puncak kekesalan keluarga SK terhadap RS, 14, yang sudah berkali-kali mencuri barang miliknya seperti pakaian bekas, sandal dan ponsel. ”Sebelumnya mereka tidak menyadari kalau apa yang mereka lakukan itu salah. Ini menandakan pemahaman tentang hukum mereka itu kurang sekali. Tapi, sekarang mereka sudah menyadari apa yang mereka lakukan itu salah. Mereka sudah menyesali perbuatannya,” terang Henry.

Berita Terkait

Berita Terkini

Orang Bepergian via Travel di Semarang Diawasi Ketat

Dishub dan Dinkes Kota Semarang melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi pemberangkatan travel di Kota Semarang demi memangkas Covid-19.

Kolaborasi Gojek-Tokopedia Bisakah Permudah UMKM Go Digital?

Kolaborasi bisnis dua startup karya anak bangsa, Gojek-Tokopedia, melalui pembentukan Grup Go-To diharapkan menjadikan UMKM naik kelas.

Kenaikan Kasus Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia

Wiku Adisasmito dari Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyatakan kenaikan kasus Covid-19 di Jateng tertinggi di Indonesia.

Kasus Covid-19 di Sukoharjo Belum Berhenti, Bupati Etik: Ayo Taat Prokes!

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengimbau warga untuk selalu taat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hampir 2 Tahun Tabrak Lari Flyover Manahan Solo, LP3HI Kembali Gugat Praperadilan

Keluarga korban bersama LP3HI kembali melayangkan gugatan praperadilan kasus tabrak lari di flyover Manahan Solo yang belum ada kejelasan.

Tak Bisa Dihubungi, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas di Gubug

Dari keterangan pihak keluarga, korban selama ini memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi.

4 Zodiak Ini Konon Pilih-Pilih Teman

Berteman membuat hidup seseorang menjadi lebih mudah, namun tidak semua pemilik tanda zodiak piawai berteman, bahkan pilih-pilih teman.

Ribuan TKI asal Jateng Pulang Kampung, Sudah Swab & Karantina

Mereka pulang setelah menyelesaikan kontrak kerja di berbagai negara seperti Hongkong, Malaysia, dan Arab Saudi.

Presiden Akhirnya Turun Tangan dalam Polemik KPK

Penolakan Jokowi sebagai pesan bahwa TWK untuk memberhentikan pegawai KPK hanya alat yang digunakan oleh Ketua KPK Firli Bahuri secara sistematis untuk melemahkan pemberantasan korupsi.

Arti Mimpi Diperkosa Tak Selamanya Buruk, Cek Dulu!

Seseorang yang pernah mimpi diperkosa pasti bertanya apa arti dari mimpi itu, banyak dari mereka beanggapan mimpi itu memilki makna yang buruk.

Jumlah Penumpang KA dari Stasiun Klaten Mulai Melonjak

Penumpang kereta api atau KA yang diberangkatkan melalui Stasiun Klaten melonjak pada Selasa (18/5/2021). Lonjakan jumlah penumpang yang diberangkatkan itu seiring berakhirnya masa larangan mudik.

7.308 Calon Penumpang Tes GeNose di Stasiun Klaten, 72 Orang Positif

Sebanyak 72 orang dari total 7.000-an calon penumpang KA yang mengikuti tes GeNose di Stasiun Klaten menunjukkan hasil positif.