SOLOPOS.COM - Massa pendukung PSS Sleman saat meminta perlindungan di Mapolsek Playen, Jumat (9/2/2017) malam. (IST/Polsek Playen)

Kekerasan Gunungkidul dialami suporter PSS

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Rombongan supporter PSS Sleman asal Gunungkidul diserang oleh massa di jalur Kota Jogja-Wonosari, tepatnya di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kamis (9/2/2017) sekitar pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun motor dari salah seorang supporter rusak oleh massa yang diduga berasal dari pendukung klub sepak bola lain di Kota Jogja.

Promosi Timnas Garuda Luar Biasa! Tunggu Kami di Piala Asia 2027

Baca juga : KEKERASAN GUNUNGKIDUL : Rombongan Pedukung PSS Diserang, Satu Motor Rusak

Dia menjelaskan, peristiwa penyerangan supporter di Gunungkidul merupakan peristiwa yang pertama kali terjadi di wilayah Gunungkidul. Agar penyerangan tidak kembali terulang, saat memberikan perlindungan terhadap puluhan pendukung PSS di mako, Tegus mengaku memberikan saran agar tidak menggunakan atribut mencolok saat menolak sehingga bisa memicu bentrok dengan massa pendukung lain.

“Saya harap para pendukung klub sepak bola harus bisa jaga diri sehingga bentrok sebisa mungkin jangan sampai terjadi. Sebab jika itu sampai terjadi, maka kerugian malah diderita oleh masing-masing supporter,” katanya.

Disinggung mengenai pelaku penyerangan, Tegus mengaku sudah berusaha mencari. Namun hasilnya nihil karena dalam penyisiran yang dilakukan petugas tidak menemukan pelaku. “Kami sudah sisir ke semua wilayah di sekitar penyerangan, tapi hasilnya nihil. Mungkin setelah melakukan aksi itu, massa langsung pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Kepala Polres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi menegaskan, penyerangan terhadap kelompok supporter yang terjadi di Playen sudah dapat ditangani petugas. Sebagai buktinya, puluhan pendukung yang diserang sudah kembali ke rumah masing-masing. “Kejadian sekitar pukul 21.30 WIB, sedang para supporter yang ada di Polsek Playen sudah dipulangkan pada pukul 22.30 WIB,” kata Nugrah.

Dia pun berharap agar massa pendukung klub sepak bola harus bisa menjaga sikap, karena jika sampai melakukan tindakan anarkis dan menjurus ke tindak pidana, maka petugas tidak akan segan-segan melakukan tindakan dengan tegas. “Untuk itu kami mengimbau agar menonton seperti biasa dan tetap tertib dan terpenting bisa saling menghargai,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya