Tutup Iklan

KEJURNAS MOTOPRIX 2016 : Pembalap Jateng Melempem

KEJURNAS MOTOPRIX 2016 : Pembalap Jateng Melempem

SOLOPOS.COM - Peserta Kejurnas Motorprix putaran 6 region 2 Tahun 2016 beradu cepat di Sirkuit Stadion Manahan, Solo, Minggu (23/10). Kejurnas Motorprix putaran 6 region 2 Tahun 2016 tersebut diikuti 272 peserta dari berbagai kota di Indonesia. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Kejurnas Motoprix 2016 diwarnai dengan pembalap Jateng yang melempem.

Solopos.com, SOLO — Para pembalap Jawa Tengah tak mampu tampil maksimal dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix putaran 6 region II yang digelar di Sirkuit Manahan, Solo, Minggu (23/10/2016). Dalam dua kelas paling bergengsi, yakni MP1 (150 cc 4 tak tune up seeded) dan MP2 (125 cc 4 tak tune up seeded), para rider tuan rumah gagal naik podium. Dua kelas ini dikuasai para pembalap yang berjaya di PON XIX di Bandung, Jawa Barat.

Di kelas terbaik, MP1 direbut pembalap asal Pekanbaru yang membela DKI Jakarta, Boy Arby, yang mencatatkan waktu 18 menit 06,325 detik setelah menempuh 22 lap. Boy jadi juara dengan mengungguli duo pembalap Jawa Barat, Asep Kancil Maulana, yang finis kedua dan Anggi Permana, di tempat ketiga.

Pembalap andalan tuan rumah yang digadang-gadang, yakni Agus “Iwan” Setyawan, justru terlempar hingga ke urutan ketujuh. Iwan mesti berjuang keras sejak sesi kualifikasi, Sabtu (22/10/2016). Juara kelas MP1 dan MP2 Kejurnas Motoprix 2014 di Sirkuit Manahan, Solo, ini start dari urutan ke-12.

“Memang harus diakui Jateng kini minim pembalap potensial. Setelah era Iwan [Agus Setyawan] Jateng kian menurun. Iwan merajai Motoprix region 2 di musim 2013-2014, selepas musim 2015 tak ada pembalap pelapisnya. Salah satunya karena di Jateng minim event road race,” papar Kabid Olahraga Motor Roda Dua Pengprov IMI Jateng, Lilik Kusnandar, kepada wartawan.

Di kelas MP2 nasib tuan rumah juga sama. Adalah pembalap asal Sulawesi Selatan yang membela Jawa Barat, Awhin Sanjaya, yang berhasil naik podium utama. Kemenangan Awhin ini merupakan kejutan mengingat kelas ini dijejali pembalap nasional.

Awhin mencatatkan waktu terbaik 19 menit 12,463 detik setelah melahap 22 lap. Ia menggungguli dua pembalap peraih medali di PON, Richard Taroreh (Papua), yang merebut emas di kelas 150 cc beregu, dan Anggi Permana (Jabar) yang mendapat perak di kelas yang sama. Richard bertengger di urutan kedua dengan selisih 1,684 detik diikuti Anggi di tempat ketiga dengan gap 3,522 detik dari pembalap pemenang.

Satu-satunya wakil Jateng, Ervantona, gagal finish karena jatuh. Sebelumnya, Agus “Iwan” Setyawan, yang juga seharusnya berlaga di kelas ini bahkan tak bisa ikut berlomba karena tak bisa melewati sesi kualifikasi.

Sedangkan di kelas MP3 (110 c 4 tak tune up pemula A) jadi milik pembalap Jatim, M Faerozi. Sementara posisi runner up diduduki Faisal Baharudin (Jatim) dan tempat ketiga direbut Afridza Syah (Jabar). Pembalap Jateng, Irvan Riyadhoh haru puas berada di urutan ke-11.

Di kelas MP4 (125 cc 4 tak tune up pemula A) ini pembalap asal Jabar, Wahyu Nugraha, yang sukses  merebut podium utama. Wahyu mencatatkan waktu 16 menit 05,629 detik. Runner up ditempati Daffa Krisna Putra (Yogyakarta) disusul Erfin Firmansyah (Jateng).

Kelas MP5 (150 cc 4 tak standar pemula B) jadi berkah bagi pembalap Jatim. Adenanta yang finis ketiga di kelas MP6 jadi kampiun dengan membukukan waktu terbaik 11 menit 20,487 detik. Ia mengungguli M Faerozi (Jatim) dan pembalap Jateng, Evan Satria.

Sementara di kelas MP6 (125 cc 4 tak standar pemula B) M Rifky dari Jabar jadi pemenang. Ia mengalahkan sang rekan, Rio Andrian, dan M Adenanta (Jatim). Pembalap Jateng, Ryan, gagal naik podium karena harus puas finis keempat.

“Menurunnya performa pembalap Jateng ini karena kami tak punya sirkuit permanen. Adanya sirkuit semipermanen seperti di Manahan ini. Kondisi ini cukup berpengaruh dengan penampilan para pembalap. Sampai sekarang kami terus mengupayakan supaya punya sirkuit yang layak untuk terus menumbuhkan bibit-bibit pembalap baru,” jelas Ketua IMI Jateng, Kadarusman.

Berita Terkait

Berita Terkini

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.