Tutup Iklan
Kejuaraan Tapak Suci (Solopos.com-Ivan Andimuhtarom)

Solopos.com, SOLO - Pimpinan Wilayah (Pimwil) Tapak Suci Jawa Timur (Jatim) menjadi juara umum 1st Tapak Suci World Championship 2019 yang digelar di Sritex Arena, Solo, pada Senin-Kamis (2-5/9/2019). Mereka mengoleksi enam medali emas, 10 perak, dan dua perunggu di ajang tersebut.

Jumlah medali yang diperoleh tersebut membuat Jatim meraih poin 1.450. Mereka berada di atas DIY yang mengoleksi enam emas, dua perak, dan empat perunggu atau 1.100 poin. Tim tuan rumah Jawa Tengah (Jateng) harus puas hanya berada di posisi ketiga dengan torehan tiga emas, enam perak, dan delapan perunggu atau hanya mengoleksi poin 950.

Di sisi lain, satu-satunya kontingen luar negeri yang meraih medali adalah Mesir. Mereka meraih perunggu di kategori tanding G putra. Negara-negara luar negeri lain sama sekali tak bisa menunjukkan taji di hadapan pesilat tapak suci Indonesia.

Pelatih Tapak Suci Jawa Tengah (Jateng), Lutfan Budi Santosa, 40, mengakui perolehan medali tersebut tidak sesuai target mereka. Menurutnya, faktor persiapan menjadi biang kerok kegagalan tersebut. "Persiapan kami kurang maksimal," ujarnya kepada Solopos.com, Kamis.

Penanggung jawab acara, Rony Syaifullah, mengatakan kejuaraan itu sejak awal memang dimaksudkan untuk evaluasi perguruan tapak suci di seluruh dunia untuk menapaki level-level kejuaraan berikutnya. Ia mengaku, kejuaraan kali pertama itu perlu dievaluasi pada penyelenggaraan dan peserta.

"Ini adalah pembelajaran, harapannya berikutnya kami bisa melakukan perbaikan. Meskipun ada kekurangan, tapi pertandingan bisa berjalan lancar. pertandingan juga seru karena saya yakin para peserta akan menapaki program berikutnya seperti Pra-PON, PON, kejuaraan SEA Games dan kejuaraan dunia. Semoga prestasi di tapak suci bisa jadi batu loncatan untuk naik level," paparnya.

Ia menilai minimnya partisipasi pesilat tapak suci luar negeri bisa dimaklumi. Beberapa kontingen memang datang untuk mengobservasi pertandingan pencak silat. "Ada yang baru belajar. Tapi ada yang bisa bersaing seperti Mesir, Aljazair, dan Singapura. Mesir juga akhirnya mendapat medali," tutur mantan pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, sudah ada beberapa pimwil tapak suci yang mencalonkan diri menjadi tuan rumah event selanjutnya. Namun, Pengurus Pusat Tapak Suci (PPTS) akan melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk memutuskan periode dan tuan rumah selanjutnya.

"Perwakilan Singapura sudah mencalonkan diri. Tapi kami akan evaluasi karena tujuan utama kami adalah menyesuaikan tujuan dari IPSI dan Persilat karena perguruan tapak suci berada di bawah mereka," tutupnya. Ivan Andimuhtarom/JIBI)

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten