Kejuaraan Catur Asia Digelar di Karanganyar, Diikuti 11 Negara 
Catur (Solopos.com-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, KARANGANYAR - Sejumlah pecatur junior unggulan dari 11 negara di Asia ambil bagian di ajang Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019 yang digelar di Hotel Lorin, Colomadu, Karanganyar, Minggu (30/6/2019)-Selasa (9/7/2019). Para peserta tersebut bakal adu kemampuan untuk menjadi yang terbaik.

Kejuaraan catur tersebut diperuntukkan bagi pecatur yang berusia 20 tahun ke bawah. Pada AJCC 2016 di India, terdapat 10 negara yang berpartisipasi. Kemudian, pada AJCC 2018 di Shiraz, Iran, jumlah peserta menurun menjadi tujuh negara. Sementara pada AJCC 2018 di Ulaanbaatar, Mongolia, jumlahnya kembali menurun menjadi hanya tujuh negara. 

Tahun ini, jumlah negara peserta meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu membuat pertandingan semakin kompetitif. Saat diselenggarakan di Iran dan Mongolia, tidak ada satu pun pecatur yang bergelar grand master (GM) mau hadir. 

Sedangkan di Solo, setidaknya ada satu pecatur bergelar grand master yang hadir yaitu Venkataraman Karthik. Pecatur asal India ini baru saja menjuarai Myanmar Open 2019 pada Juni lalu, dan memiliki rating 2480 per 1 Juli 2019.

“Inilah saatnya kami menunjukkan ke dunia luar bahwa catur memiliki tradisi yang cukup mengakar di Indonesia. Sehingga kami pantas dan mampu untuk menyelenggarakan event  besar ini,” ujar Ketua Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Utut Adianto, dalam jumpa pers di Hotel Lorin, Senin (1/7/2019).

Ia mengatakan ajang tersebut dapat memberikan kesempatan pecatur junior Indonesia bertanding dengan para pecatur terbaik di Asia. Para pecatur Indonesia seperti Ummi Fisabilillah yang beberapa hari lalu lolos masuk tim SEA Games Indonesia akan menunjukkan kemampuannya. Dita Karenza yang tahun 2018 lalu keluar sebagai juara tiga Asia untuk kategori putri di bawah usia 18 tahun juga meramaikan ajang tersebut. 

Dengan tidak turunnya juara bertahan Novendra Priasmoro dalam nomor catur standar, maka harapan bagi pecatur Indonesia untuk ikut bersaing dalam perebutan gelar juara terletak pada generasi penerusnya seperti FM. Arif Abdul Hafiz, Catur Adi Sagita, Daniel Hermawan Tobing, hingga Aditya Bagus Arfan akan menjadi suksesor Novendra di ajang itu.

 “Kami berharap semua pecatur junior Indonesia yang mendapat kesempatan untuk berlaga dapat menunjukkan kemampuan mereka secara maksimal,” kata dia. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom