Kejayaan Dangdut Koplo: Selera Lokal Tembus Pasar Nasional

Dangdut koplo adalah kesenian dangdut yang lahir di daerah, namun berubah menjadi selera nasional.

 Penyanyi dangdut Nella Kharisma menghibur ribuan warga Karanganyar di Alun-Alun Karanganyar, Jumat (19/8/2022) malam. (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

SOLOPOS.COM - Penyanyi dangdut Nella Kharisma menghibur ribuan warga Karanganyar di Alun-Alun Karanganyar, Jumat (19/8/2022) malam. (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, SOLO — Panggung musik dangdut koplo belakangan ini sangat sering digelar di berbagai wilayah. Bahkan, musik ini sangat mudah ditemui di berbagai tempat. Bagaimana tidak, tetangga saya sedari pagi saja sudah menyetel musik woyo-woyo jos itu sambil sarapan dan melakukan aktivitas lainnya. Mau tidak mau, saya mendapat asupan ini setiap pagi yang membuat beberapa lirik lagu dan melodi musik dangdut koplo terngiang di telinga.

Hal itu pun membuat perbendaharaan lagu dangdut koplo bertambah tanpa disengaja dan menggeser popularitas musik pop yang telah lebih dulu berjaya di Indonesia. Jika melihat kondisi yang ada saat ini, kejayaan musik dangdut koplo seolah-olah menjadi senjkala bagi musik pop di Tanah Air. Setidaknya dalam lima tahun terakhir muncul sejumlah penyanyi pendatang baru yang meramaikan industri musik dangdut koplo. Tak seperti industri musik pop yang belakangan jarang menelurkan penyanyi baru yang fresh dan kekinian.

Michael H.B. Raditya dalam jurnal bertajuk Dangdut Koplo: Selera Lokal menjadi Selera Nasional memaparkan bahwa dangdut koplo merupakan kesenian yang berasal dari masyarakat geo-kultural tertentu, yaitu pantai utara (pantura) dan Jawa Timur. Awal perjalanan dangdut koplo tidaklah mulus. Naiknya popularitas genre ini dibarengi dengan perhatian masyarakat yang dipengaruhi oleh pelaku atau artisnya.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Opioid Fentanil Ubah Jalanan Los Angeles bak Kota Zombie

Jalanan Los Angeles dipenuhi manusia mabuk bak zombie atau mayat hidup yang kecanduan fentanil.

+ PLUS Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

+ PLUS Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.

+ PLUS Jadi Video Terpopuler Youtube, Joko Tingkir Ngombe Dawet Penuh Kontroversi

Video musik Joko Tingkir Ngombe Dawet versi Yeni Inka dan Farel Prayoga berada di urutan ketiga video musik terpopuler Youtube tahun ini, meski liriknya penuh kontroversi.

+ PLUS Pengendalian IMEI Bikin Handphone Batangan Black Market Hilang di Pasaran

Penerapan pengendalian IMEI nasional membuat handphone atau ponsel batangan black market menghilang di pasaran.

+ PLUS Ladosan, Jamuan Makan Bak Raja di Pernikahan Wong Solo

Jamuan makan di pernikahan warga Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri yang unik, yaitu melayani tamu seperti raja.

+ PLUS Menyusuri Rel Berusia 100 Tahun Rute Solo-Wonogiri

Sejarah mencatat jalur rel Solo-Wonogiri yang sampai saat ini masih berfungsi berusia sekitar 100 tahun.

+ PLUS Masa Depan Indonesia Cerah dari Energi Bersih

Sumber energi terbarukan yang lebih bersih di Indonesia sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan dengan maksimal.

+ PLUS Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

+ PLUS Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

+ PLUS Gapura Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta Bertemu di Koridor Ngarsopura

Dua gapura baru bergaya Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran saling bertemu di perempatan Kawasan Ngarsopura dan Koridor Gatot Subroto Solo.

+ PLUS Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

+ PLUS Kupu-Kupu Malam Berperan di Era Revolusi Kemerdekaan

Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, menganggap jasa kupu-kupu malam sangat besar dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.

+ PLUS Sianida, Racun Mematikan tapi Kok Dijual Bebas di Online Shop

Sianida yang merupakan racun mematikan ternyata dijual bebas di online shop dalam bentuk potas ikan.

+ PLUS Ketika Media Sosial Pengaruhi Kebiasaan Belanja Produk Lokal

Kampanye fesyen hingga produk kencantikan di media sosial (medsos) tak bisa dipungkiri sangat ampuh dalam membentuk presepsi, mendorong daya beli, dan menciptakan tren.

+ PLUS Produk Fesyen Lokal Tak Gentar, Media Sosial jadi Patokan

Produk fesyen lokal mulai digandrungi masyarakat, dengan media sosial yang menjadi ceruk promosi menarik konsumen baru.

+ PLUS Sakit Hati Berujung Pembunuhan

Rasa sakit hati, kecewa, dan amarah yang berlarut bisa berubah menjadi dendam hingga membuat seseorang mengambil tindakan keji, seperti membunuh.

+ PLUS Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

+ PLUS Potret Sukses Petani Muda, Kombinasi Ide dan Teknologi Jadi Kunci

Peningkatan kelompok usia milenial bahkan generasi Z (Gen Z) menjadi petani mulai terlihat, dimana mereka mengkombinasikan ide dan teknologi sebagai kunci meraih kesuksesan.

+ PLUS Alasan di Balik Usulan Provinsi Soloraya Sejak Dulu Selalu Gagal

Usulan membentuk Soloraya sebagai provinsi baru yang terlepas dari Jawa Tengah sejak dulu selalu hanya menjadi wacana.