Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, BOGOR - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) , Ganjar Pranowo,  menyatakan bahwa provinsi yang dipimpin membutuhkan investasi sekitar Rp700 triliun untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 7%.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ganjar seusai mengikuti rapat terbatas membahas percepatan pembangunan Jateng bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (9/7/2019).

Pada 2018, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi salah satu provinsi terbesar di Indonesia itu mencapai 5,32%.

"Kalau tadi saya propose [usulkan di rapat terbatas] untuk pertumbuhan ekonomi 7% kami butuh Rp700-an triliun. Oke, itu kalau diungkit pertama minimal Rp432 triliun. Caranya bagaimana? Kami arisan. Kabupaten atau kota kamu mau berapa, provinsi berapa, nasional berapa," kata Ganjar.

Kendati demikian, investasi dari kabupaten, kota atau provinsi itu terbatas. Dengan demikian, ujar Ganjar, Jateng harus Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN).

"Terus kemudian apalagi, scheme. Scheme mau masuk dengan cara utang, atau kita mengeluarkan obligasi daerah. Ini cara-cara pembiayaan agar kemudian itu bisa masuk lebih banyak," kata Ganjar.

Ganjar menyatakan Jateng saat ini bersaing dengan negara Asia Tenggara, Vietnam, dalam mendatangkan investor untuk menanamkan investasinya. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyatakan jika pesaing Jateng bukanlah provinsi tetangga, seperti Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim), maupun Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Jadi katanya kami ini menarik buat investasi. Seksi sekali," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan sejumlah investor dari berbagai sektor seperti produk alas kaki, elektronik, tekstil sampai makanan dan minuman berminat berinvestasi di Jateng, salah satunya dari Korea Selatan.

"Beberapa [investor] yang sudah masuk relatif kerasan dengan kultur, dengan kinerja masing-masing. Nah, ini mereka melihat Jateng seksi banget untuk mereka berinvestasi," kata Ganjar.

Untuk menarik investasi, Ganjar menyatakan pemerintah perlu memberikan sejumlah insentif kepada para investor. Salah satunya adalah tax holiday. Di samping itu, ujar Ganjar, para investor berharap pemberian izin oleh pemerintah tidak bertele-tele.

Dalam rapat terbatas yang juga diikuti oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut, Presiden Jokowi menyatakan Jateng memiliki kesempatan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Oleh sebab itu, pemerintah pusat ingin memberikan backup bantuan yang diperlukan agar percepatan pertumbuhan ekonomi di provinsi Jawa Tengah betul-betul real [nyata], baik di sektor industri, terutama yang akan kita dorong berorientasi ekspor dan pariwisata," kata Jokowi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten