Kejagung Segera Tangkap Semua Tersangka Mafia Minyak Goreng

Febrie menyebutkan tersangka Lin Che Wei sempat membagikan uang hasil kejahatan mafia minyak goreng ke sejumlah pihak.

 Penyidik Kejagung menetapkan pengusaha Lin Che Wei sebagai bagian dari mafia minyak goreng yang bekerja sama dengan oknum di Kementerian Perdagangan, Selasa (17/5/2022). (Bisnis)

SOLOPOS.COM - Penyidik Kejagung menetapkan pengusaha Lin Che Wei sebagai bagian dari mafia minyak goreng yang bekerja sama dengan oknum di Kementerian Perdagangan, Selasa (17/5/2022). (Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) optimistis bisa segera menangkap semua pihak yang diduga menerima aliran uang dari tersangka kasus mafia minyak goreng, Lin Che Wei.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah pengungkapan nama penerima uang haram tersebut dilakukan sebagai transparansi Kejagung dalam mengungkap praktik tindak pidana korupsi tersebut.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

“Saya menjamin pihak lain yang turut menikmati uang hasil kejahatan itu pasti akan kena juga,” kata Febrie dikutip, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Stok Melimpah, Jokowi Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng

Febrie menyebutkan tersangka Lin Che Wei sempat membagikan uang hasil kejahatan mafia minyak goreng ke sejumlah pihak.

Dia menegaskan penyidik telah menemukan bukti adanya aliran uang dari tersangka Lin Che Wei ke sejumlah pihak tertentu.

Sayangnya, Febrie masih merahasiakan pihak yang menerima uang dari tersangka Lin Che Wei terkait kasus mafia minyak goreng.

“Ya ada bukti uang itu dibagi-bagi oleh tersangka Lin Che Wei kepada beberapa pihak ya,” tuturnya.
Selain itu, kata Febrie, tim penyidik Kejagung juga tengah fokus pada tahap pemberkasan lima orang tersangka kasus mafia minyak goreng tersebut.

Baca Juga: Tahan 4 Tersangka Mafia Minyak Goreng, Kejagung Siapkan Kejutan Baru

“Tim sedang fokus melakukan pemberkasan lima orang tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memperpanjang masa penahanan empat orang tersangka kasus mafia minyak goreng selama 40 hari ke depan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi mengatakan bahwa masa penahanan keempat tersangka kasus mafia minyak goreng yang sebelumnya berlaku selama 20 hari sudah habis bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1433 H kemarin.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Dirjen Pernah Bisiki Mendag soal Mafia Minyak Goreng

Selanjutnya, kata Supardi, mengingat pemberkasan keempat tersangka belum rampung, maka masa penahanan keempat tersangka diperpanjang lagi menjadi 40 hari ke depan.

“Sudah, masa penahanan empat tersangka sudah diperpanjang 40 hari ke depan sejak lebaran itu,” tuturnya kepada Bisnis di Kejagung, Rabu (18/5). Supardi menjelaskan bahwa keempat tersangka mafia minyak goreng itu juga masih ditahan di lokasi yang sama. Keempat tersangka itu adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrashari Wisnu Wardgana; Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup Stanley MA; dan General Manager PT Musim Mas Pierre Togar Sitanggang. “Masih ditahan di lokasi penahanan yang sama,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Kejagung: Penerima Duit Lin Che Wei Bakal Dipidana!

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

AHY Sowan Prabowo, Ini Hasil Pertemuan di Kertanegara

AHY menemui Prabowo Subianto membahas berbagai hal, mulai dari isu-isu global, tantangan ekonomi, hingga isu kebangsaan dan kerakyatan.

Polisi Dibekuk karena Nyambi Jadi Pengedar Narkoba

Polisi AS dan dua temannya diduga sebagai pengedar narkoba di wilayah Batu Merah, Ambon.

Publik Geger, Anggota DPRD Bandung Cabut Surat Penitipan Siswa

Erwin tak menampik bahwa dirinya memang pembuat surat penitipan siswa yang mengundang kehebohan itu.

Heboh, DPRD Bandung Bikin Surat Penitipan Siswa ke Sekolah Negeri

Surat penitipan siswa ke sekolah negeri itu dikeluarkan DPRD Kota Bandung kepada Dinas Pendidikan setempat.

IKA UNS Beri Hibah Gamelan Raras Arrum Kepada PUI Javanologi UNS Solo

IKA UNS memberikan hibah kepada Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi UNS berupa Gamelan Raras Arrum.

Menko Airlangga Hartarto Paparkan Upaya Penanganan PMK Hewan Ternak

Menko Airlangga Hartarto paparkan sejumlah upaya pemerintah dalam penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak.

KIP Kuliah 2022, Bantuan untuk Mahasiswa Kurang Mampu, Ini Tahapannya

Bantuan pemerintah itu diwujudkan dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka 2022.

STB Gratis Hanya untuk Keluarga Miskin

Pemerintah mengalokasikan dan membagikan bantuan set top box (STB) gratis hanya untuk keluarga miskin agar mereka bisa menikmati layanan siaran televisi digital.

Jokowi akan Kunjungi Rusia dan Ukraina, Begini Sikap Gibran

Gibran mendukung dan tidak khawatir dengan kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina yang tengah dilanda perang.

Kunjungan AHY: Dari Surya Paloh ke Prabowo Subianto

Kunjungan AHY ke kediaman Prabowo Subianto dilakukan, Jumat (24/6/2022) malam ini.

Amankan Kunjungan Jokowi ke Ukraina-Rusia, Begini Skenario Paspampres

Paspampres siapkan skenario pengamanan kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia.

AHY akan Temui Prabowo di Kertanegara Malam Ini

Herzaky Mahendra Putra membenarkan AHY akan bertemu Prabowo Subianto pada Jumat (24/6) malam.

Jangan Paksakan Pengesahan RKUHP Tanpa Partisipasi Publik yang Bermakna

DPR dan pemerintah jangan memaksakan pengesahan Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) atau Rancangan Undang-undang (RUU) KUHP selama partisipasi publik yang bermakna belum diwujudkan dalam pembahasan.

Indonesia Dipastikan Peroleh Tambahan Kuota Haji 10.000 Pada 2022

Pemberian kuota tambahan tersebut merupakan tradisi karena Pemerintah Arab Saudi selalu memberikan kuota tambahan hampir setiap tahun.

Problem Serius Partai Politik di Indonesia

Secara umum partai politik di Indonesia belum dikelola secara modern. Ini problem mendasar yang serius di kalangan partai politik di Indonesia.