Kehilangan 2 Tangan Saat PKL, Pemuda Klaten Kini Punya Tangan Robot

Alfian Fahrul Nabila, 18, pemuda asal Dukuh Dalem, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, yang kehilangan kedua tangannya akibat insiden kecelakaan saat praktik kerja lapangan (PKL) tahun lalu kini memiliki tangan robot.

 (Espos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - (Espos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Keinginan Alfian Fahrul Nabila, 18, pemuda asal Dukuh Dalem, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, memiliki tangan robotik akhirnya terkabul.

Satu tangan robotik itu bisa terbeli dari uang hasil donasi.

Sebelumnya, Alfian kehilangan kedua tangannya setelah mengalami kecelakaan saat praktik kerja lapangan (PKL) pada 2020. Kala itu, Alfian masih menjadi pelajar salah satu SMK di Klaten.

Baca Juga: Tak Patah Arang! Tangan Diamputasi, Warga Pedan Klaten Belajar Melukis dengan Kaki

Setelah menjalani perawatan, Alfian mulai beradaptasi dengan mengandalkan kakinya untuk berjalan serta pengganti tangan untuk melakukan berbagai aktivitas seperti makan, mengoperasikan ponsel, serta laptop.

Alfian berkeinginan bisa memiliki tangan robotik sebagai pengganti tangannya yang sudah diamputasi.

Sayang, keinginan itu sulit terwujud lantaran keluarganya hidup sederhana dengan mengandalkan pendapatan sang ayah sebagai buruh tani.

Atas kondisi itu, kerabat Alfian bersama teman-temannya mulai menggalang donasi. Dari penggalangan tersebut, mereka bisa mengumpulkan donasi mencapai nominal sekitar Rp600 juta.

Baca Juga: Kisah Sedih Fauzi Sragen, Tangan Diamputasi Jelang Ultah ke-6 Gegara Malapraktik

Sesuai niat awal, Alfian lantas menggunakan uang hasil donasi itu untuk membeli tangan robotik.

Satu tangan robotik untuk tangan kanan terbeli sekitar tiga bulan lalu. Harga tangan robotik itu sekitar Rp125 juta. Tangan robotik untuk tangan sisi kanan yang kini dimiliki Alfian merupakan buatan Undip.

Alfian mulai beradaptasi menggunakan tangan robotik menggunakan sumber energi dari baterai. Daya tahan tangan robotik itu diperkirakan bisa sampai empat jam.

Baca Juga: Kisah Pilu Alfian Pelajar SMK Klaten, 2 Tangannya Diamputasi Gara-Gara Kecelakaan Saat PKL

Jemari tangan robotik digerakkan melalui perintah otot yang terhubung dengan sensor.Alfian memasang tangan robotik ketika dia membutuhkan seperti untuk makan dan minum.

“Terkadang dipakai agar terbiasa. Sekarang masih belajar pegang botol, memegang gelas plastik, dan lain-lain. Sebenarnya bisa digunakan untuk mengangkat beban sampai 4 kg. Tetapi belum pernah mengangkat barang sampai seberat itu. Takut rusak,” kata Alfian saat ditemui di rumahnya, Rabu (13/10/2021) sore.

Alfian sangat terbantu setelah bisa memiliki tangan robotik. Barang tersebut juga menambah kepercayaan diri Alfian.

Baca Juga: Donasi Terkumpul Rp606 Juta, Alfian Siswa SMK Klaten Yang Tersetrum Listrik Saat PKL Bisa Beli Tangan Robotik?

Soal tangan robotik untuk tangan sisi kiri, Alfian sudah berencana membeli. Namun, dia baru membeli tangan robotik untuk tangan kiri itu setelah proses penyembuhan bekas luka rampung.

Hingga kini, Alfian masih rutin kontrol dan terapi terutama untuk menyembuhkan bekas luka pada tangan sisi kiri. Pemeriksaan rutin itu dilakukan Alfian di puskesmas setempat.

“Untuk tangan kiri masih menunggu kering karena pada bagian ketika masih ada luka. Setiap tiga hari sekali harus ganti perban,” kata dia.

Alfian sudah lulus SMK sejak pertengahan 2021 ini. Namun, Alfian memilih menunda melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi lantaran masih fokus pada penyembuhan tangannya.

Baca Juga: Alhamdulillah! Donasi Untuk Alfian Pelajar Klaten yang 2 Tangannya Diamputasi Tembus Rp421 Juta

Saat ini keseharian Alfian diisi dengan belajar tutorial serta belajar fotografi dan video sekaligus membiasakan diri menggunakan tangan robotik.

“Sekarang kegiatan belajar-bejalar tutorial. Inginnya bisa kursus programer. Sekarang juga belajar-belajar foto. Iya, inginnya juga bisa jadi youtuber,” kata Alfian.

Ayah Alfian, Wagimin mengatakan putranya masih memiliki keinginan untuk menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi. Dia berharap tahun depan keinginan itu bisa terkabul.

“Mudah-mudahan tahun depan. Sekarang masih fokus untuk penyembuhan,” kata Wagimin.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Disambut Selvi Ananda, BKKBN Jateng Apresiasi Kampung KB Solo

BKKBN menilai keberadaan kampung KB termasuk di Kota Solo, strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Lagi, Kawanan Kera Liar Serbu Kampung, Kali Ini di Mojolaban Sukoharjo

Tidak hanya di Kebakkramat, Karanganyar, kawanan kera liar juga menyerbu Dusun Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Desa Karangmojo Masih Kekeringan, Satlantas Sukoharjo Kirim Air Bersih

Satlantas Polres Sukoharjo membantu masyarakat dengan mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah selatan Sukoharjo Sabtu (23/10/2021).

Maulid Nabi Muhammad, Syariah Hotel Solo Gelar Kajian Karyawan

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada Selasa (19/10/2021), manajemen Syariah Hotel Solo melaksanakan kegiatan kajian karyawan.

Tanpa Penata Busana Pribadi, Ini Rahasia Cantik Selvi Ananda

Gaya busana Selvi Ananda selalu match dan terlihat anggun meskipun menggunakan aksesoris yang terkesan sederhana.

Waspadai Covid-19 Gelombang ke-3, Reisa Gencarkan 3M dan 3T di Solo

Pemerintah mulai gencar menggalakkan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta 3T (tracing, testing, treatment) jelang libur panjang Natal dan tahun baru.

Pemkab Klaten Gandeng Tokoh Agama untuk Serukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyadari besarnya pengaruh tokoh agama kepada masyarakat.

Bersarung, Berpeci, Pakai Koko Putih, Gibran Peringati Hari Santri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memimpin upacara peringatan HSN di Plaza Balai Kota, Jumat (22/10/2021) mengenakan sarung, peci, dan baju koko warna putih.

Sebut Seniman Daerah Pakai Ngisor Pring, Dalang Ini Minta Solusi

Seniman Solo mulai menggelar pentas langsung menyusul pelonggaran PPKM di Kota Solo, tetapi itu tidak berlaku bagi seniman ngisor pring di daerah yang masih level 3.

Cerita Rudy Eks Wali Kota Solo, Ibunya Terjerat Utang Rentenir!

Eks Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memiliki pengalaman yang tak enak soal rentenir. Dia mengaku ibunya melarat karena terjerat utang kepada rentenir.

Banyak Warga Solo Terjerat Pinjol Ngadu ke Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku ditemui banyak warga Solo di rumahnya beberapa bulan terakhir.

4 Seniman Solo Ini Pernah Raih AMI Awards, 2 Orang Sudah Meninggal

Sejumlah seniman di Kota Solo pernah memenangi AMI Awards selama kurun waktu 18 tahun terakhir, dua seniman di antara sudah meninggal.

2 Penyanyi, 3 Musikus dari Solo Masuk Nominasi AMI Awards 2021

Dua penyanyi dan tiga musikus Solo, yaitu Sruti Respati, Nuca, dan Aditya Ong Trio masuk nominasi AMI Awards 2021 yang diumumkan Senin (18/10/2021).

Konsleting AC, Ruang di Kantor Jasa Sih Wiryadi Terbakar

Kebakaran terjadi salah satu ruang di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan di pinggir Jl. Ki Mangun Sarkoro Nomor 55 Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo.

Di Jogonalan Klaten Ada 5 Kerbau Bule, Jadi Tontonan Gratis Warga

Wiyono, 70, warga Dukuh Dompyongan, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, memiliki lima kerbau bule di kandang kerbaunya, sejak lebih dari tiga dekade terakhir.