Ilustrasi pencurian. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SOLO -- Seorang warga negara Pantai Gading bernama Kokou Innocent diduga https://soloraya.solopos.com/read/20190821/489/1013480/babinsa-jagalan-solo-ambruk-dan-diinjak-injak-massa-saat-evakuasi-terduga-maling-hp" title="Babinsa Jagalan Solo Ambruk dan Diinjak-Injak Massa Saat Evakuasi Terduga Maling HP">membobol toko (konter) ponsel D’Nom di Jl. Popda Nomor 031, Nusukan, Banjarsari, Solo, Sabtu (24/8/2019) pukul 03.30 WIB.

Dia beraksi seorang diri setelah berbulan-bulan terkatung-katung di sejumlah kota besar di Tanah Air seperti Jakarta dan Solo. Kokou ditangkap aparat Polsek Banjarsari di tempat indekosnya di Kampung Sekip, Kelurahan Banjarsari, Solo, Sabtu pukul 20.30 WIB.

“Tersangka merusak gembok saat situasi sepi menggunakan linggis yang dia dapatkan di belakang konter,” terang Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli, mewakili Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).

Setelah merusak gembok dan masuk ke dalam konter, Kokou langsung https://soloraya.solopos.com/read/20190821/489/1013467/disangka-mencuri-hp-pria-di-jagalan-solo-nyaris-diamuk-massa" title="Disangka Mencuri HP, Pria di Jagalan Solo Nyaris Diamuk Massa">mengambil barang-barang seperti 12 ponsel (HP) berbagai merek, laptop, kartu perdana, voucher, modem, uang koin senilai Rp600.000 dan uang kertas Rp150.000.

Barang-barang itu dia masukkan ke kantong plastik yang dia dapatkan di dalam konter. Setelah menjalankan aksinya Kokou langsung kembali ke tempat indekosnya.

Aksi pencurian tersebut diketahui korban Sabtu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Korban lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Banjarsari yang langsung menindaklanjutinya dengan melakukan olah TKP.

“Alhamdulillah belum sampai 24 jam tersangka https://soloraya.solopos.com/read/20190805/489/1010265/ini-alasan-mahasiswi-solo-nekat-mengejar-dan-menabrak-penjambret-dompetnya" title="Ini Alasan Mahasiswi Solo Nekat Mengejar dan Menabrak Penjambret Dompetnya">pencurian berhasil kami tangkap di tempat indekosnya,” imbuh Fadli.

Dia menerangkan Kokou nekat membobol konter HP lantaran kehabisan uang setelah telantar beberapa bulan. Kokou tiba di Jakarta pada November 2018 menggunakan visa berkunjung. Diia berada di Solo sejak Juli 2019.

Dia datang ke Indonesia untuk memenuhi undangan temannya yang juga dari Afrika. Tapi beberapa waktu lalu temannya itu kembali ke Afrika. Sedangkan Kokou tetap bertahan di Indonesia. Dalam perkembangannya dia kehabisan uang.

Akhirnya Kokou terkatung-katung di Jakarta dan pindah ke Solo. “Setelah kami selidiki ternyata tersangka juga merupakan target operasi Kantor Imigrasi karena visa berkunjungnya sudah habis. Kami sudah koordinasi,” urai dia.

Berdasarkan penyidikan polisi, Kokou mengaku baru melakukan tindak kriminalitas di satu lokasi (Nusukan). Tapi polisi masih terus mengembangkan penyidikan termasuk kemungkinan keterlibatan Kokou dengan sindikat WNA.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten