Kedungjambal Sampai Rumah Sakit, Ini 4 Klaster Baru Covid-19 Sukoharjo
Ilustrasi covid-19 atau virus corona (freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo mencatat empat klaster baru yang muncul pada pekan lalu.

Kontak erat lini pertama pasien positif dari klaster tersebut langsung menjalani tes swab secara polymerase chain reaction (PCR) untuk memastikan apakah tertular virus corona atau tidak.

Keempat klaster baru itu yakni klaster Kedungjambal, klaster Wirogunan, klaster Pucangan, dan klaster karyawan RS swasta Solo. Pasien positif dari klaster baru itu telah menulari anggota keluarga, tetangga rumah, dan rekan kerja.

Positif Covid-19 Solo Tambah 14 Kasus Lagi, 1 Orang Dari Tracing Manahan

Gugus tugas langsung melakukan tracing atau pelacakan terhadap kontak erat lini pertama pasien positif dari klaster baru Covid-19 Sukoharjo itu.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan sumber penularan klaster Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, berasal dari pasangan suami istri (pasutri) yang pulang kampung dalam kondisi sakit.

Terjadi Transmisi

Mereka merantau ke Jakarta sejak beberapa tahun lalu. Sang istri menjalani perawatan medis pada rumah sakit rujukan Covid-19 Sukoharjo selama empat hari dan meninggal dunia dengan hasil tes PCR positif.

Pilkada Sukoharjo: Total 9 Partai Politik Dukung Joswi, Etik-Agus 4 Parpol

"Sedangkan suami rawat inap pada rumah sakit rujukan Covid-19 Solo dan meninggal dengan hasil tes PCR yang juga positif,” kata Yunia saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (2/9/2020).

Yunia menyebut telah terjadi transmisi penularan pada kerabat keluarga pasutri pada klaster baru Covid-19 Kedungjambal, Sukoharjo tersebut. Keponakan dan istrinya, kedua orang tua keponakan pasutri itu, dan satu orang tetangga rumah orang tua si keponakan.

Mereka telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Sementara itu, klaster Wirogunan, Kecamatan Kartasura, berawal dari seorang warga yang menderita penyakit diabetes melitus dan menjalani perawatan medis pada rumah sakit swasta Solo.

Pasutri Positif Covid-19 Kedungjambal Sukoharjo Meninggal, Keluarga dan Tetangga Tertular

Setelah empat hari menjalani perawatan, pasien itu meninggal dunia dengan hasil tes PCR positif Covid-19. “Pasien positif itu menulari istri dan satu orang anaknya. Ada dua orang kontak erat pasien positif tersebut,” ujarnya.

Isolasi Mandiri

Sedangkan klaster baru Covid-19 Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, berawal dari seorang wanita tanpa riwayat bepergian keluar daerah. Namun pasien ini merupakan kontak erat pasien positif yang rawat inap pada rumah sakit Sukoharjo.

Wanita itu menulari kedua anaknya dengan tanpa gejala sehingga hanya menjalani isolasi mandiri. Kepala DKK Sukoharjo ini menyampaikan klaster Covid-19 yang muncul pada pekan ini yakni karyawan rumah sakit swasta Solo.

Sebelum Jadi Pengantar Jenazah Covid-19 Solo, Hananto Pernah Ke Aceh Bantu Korban Tsunami 2004

Ada tiga karyawan nontenaga kesehatan (nakes) yang terpapar virus Covid-19 saat mereka menjalani tes PCR. Jumlah akumulasi pasien positif per 2 September mencapai 441 orang.

Dari jumlah itu, 81 orang berstatus positif aktif. Mereka terdiri atas 26 orang menjalani rawat inap, 54 orang isolasi mandiri dalam rumah, dan satu orang isolasi di rumah sehat Covid-19. Sisanya sebanyak 344 orang sembuh dan 16 orang meninggal dunia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom