Petugas Satlantas Polres Wonogiri mengolah TKP di lokasi kecelakaan tunggal di jembatan Gedong-Sengon, Sengon, Ngadiroyo, Nguntoronadi, Wonogiri, Senin (21/10/2019). (Istimewa-Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Kecelakaan lalu lintas tunggal yang dialami satu keluarga di Jembatan Gedong, Ngadiroyo, Nguntoronadi, Wonogiri, Senin (21/10/2019), menyisakan duka mendalam.

Korban meninggal dalam kecelakaan itu, Tajan, seorang kiai atau ustaz di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Nawangan, Pacitan, Jawa Timur, merupakan tulang punggung keluarganya.

Apalagi kini sang anak yang berusia dua tahun, Abdullah Muhammad Uzai, juga sedang menderita sakit paru-paru. Kecelakaan itu memperburuk kondisinya karena dia terluka berat di kepala dan kini dalam kondisi kritis.

Sementara istri Tajan, Sutini, menderita luka di wajah dan beberapa giginya tanggal. Sutini dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Kisruh Pilkades Ngabeyan, Bupati Wonogiri Sudah Dapat Rekomendasi

Keluarga kecil tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas di Jembatan Gedong-Sengon, Ngadiroyo, Nguntoronadi, Wonogiri, Senin pukul 06.30 WIB. Yamaha Vega berpelat nomor AD 3641 QR yang mereka tumpangi menabrak beton tepi jembatan.

Akibat benturan itu mereka sampai terpental ke kiri melampaui pagar pengaman jembatan dan jatuh ke bawah jembatan sedalam lebih kurang 5 meter. Tajan terjatuh di beton jembatan yang membuat kepalanya luka berat hingga akhirnya meninggal seketika.

Solo Sangat Panas, Ini Penjelasan BMKG

Sementara, Sutini dan anaknya terjatuh di tanah kering. Kepala Abdullah diduga terbentur keras hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Saat kecelakaan itu, keluarga tersebut tengah dalam perjalanan mengantar sang anak, Abdullah, periksa sekaligus mengambil obat untuk sakit paru-parunya ke RS Astrini di Wonogiri kota.

Prabowo Subianto Dipanggil Jokowi, Jadi Menhan?

Abdullah sudah setahun menderita sakit paru-paru. Setiap bulan orang tuanya membawanya berobat ke RS Astrini.

Sukarelawan PMI asal Ngadipiro, Nguntoronadi, yang turut mengevakuasi para korban, Parimin, 55, saat ditemui Solopos.com di UGD RSUD Wonogiri, menginformasikan sepeda motor yang dikendarai Tajan semula melaju dari selatan atau arah Nguntoronadi menuju utara atau arah Ngadirojo.

Perlukah Wanita Pakai Bra? Ini Kata Ahli

Diduga Tajan mengantuk sehingga tak bisa mengendalikan sepeda motor dengan baik. Sesampainya di lokasi ban depan sepeda motor menabrak beton jembatan.

Benturan yang keras membuat ketiga penumpang terpental. Paman Sutini, Tarno, di sela-sela mengurus Sutini di UGD RSUD Wonogiri mengatakan Tajan merupakan seorang kiai atau ustaz di pondok pesantren (ponpes) wilayah Nawangan, Pacitan, Jawa Timur.

Cemburu, Suami LC Karaoke Di Solo Tusuk Pelanggan Istrinya

Beberapa hari terakhir Tajan bersama istri dan anaknya bermalam di rumah mertuanya di Watugede RT 001/RW 009, Hargosari, Tirtomoyo, Wonogiri. Senin pagi itu mereka sedianya membawa Abdullah untuk cek kesehatan sekaligus mengambil obat di RS Astrini Wonogiri.

“Abdullah kritis. Dia akan dirujuk ke RSUD dr. Moewardi, Solo,” kata Tarno dengan ekspresi datar.

Video Kericuhan di Derbi Mataram, Ada Terjangan ke Pemain Persis Solo

Kerabat Sutini lainnya, Juwali, 45, tak menyangka perjuangan Tajan demi kesembuhan Abdullah berakhir tragis. Parahnya lagi, Abdullah yang sebelum kecelakaan kondisinya lemah karena sakit paru-paru kini tambah tak berdaya.

Juwali tak bisa membayangkan besarnya kesedihan yang harus ditanggung Sutini dan keluarga Sutini di Tirtomoyo dan Jatan di Pacitan akibat kejadian itu.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten