KECELAKAAN WONOGIRI : Mesin Mati, Bus AKDP Masuk Jurang

KECELAKAAN WONOGIRI : Mesin Mati, Bus AKDP Masuk Jurang

SOLOPOS.COM - Warga Dusun Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri melihat bangkai bus bumel jurusan Solo-Pracimantoro yang masuk jurang di dusun setempat, Sabtu (16/5/2015). (JIBI/Solopos/Trianto Hery Suryono)

Kecelakaan Wonogiri terjadi di Wuryorejo, Wonogiri. Sebuah bus AKDP masuk jurang sedalam enam meter. 

Solopos.com, WONOGIRI-Diduga mati mesin, bus antarkota dalam provinsi (AKDP) atau bus jurusan Pracimantoro-Solo masuk jurang sedalam enam meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa, Sabtu (16/5) namun sopir bus bernama Timin, 50, warga Dawe, Wonogiri shock. Bus PO Raya itu masuk jurang di Lingkungan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri atau dikenal dengan simpang empat Guyangan.

Informasi yang dihimpun solopos.com, Sabtu, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Bangkai bus menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas ke arah Bendungan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. Beberapa warga di lokasi mengatakan, bus diparkir di dekat lokasi cuci kendaraan yang berada di sisi barat jalan raya Wonogiri-Pracimantoro.

“Awalnya, kondisi mesin bus agak rewel sehingga diparkir dan diperbaiki di dekat cuci mobil di Jetis, Wuryorejo, Wonogiri. Setelah mesin bisa dinyalakan tiba-tiba berjalan mundur dan mesin mati lagi. Akibatnya, bus terus mundur membuat panik sopir bus, Timin yang berada di belakang kemudi. Kernek dan pembangu sopir bergegas menutup jalan raya agar tidak terjadi kecelakaan,” ujar Basuki, 53, warga Ngadirojo yang berada di lokasi.

Dikatakannya, bus bisa menyeberang jalan raya dan berhenti setelah masuk jurang sedalam enam meter lebih. Kondisi bodi bus bagian belakang rusak dan kaca pecah. Rekan kru bus PO Raya, bernama Arifin menjelaskan, saat kejadian bus dalam kondisi kosong.

“Bus tinggal pulang ke garasi sehingga tanpa penumpang. Saat mundur kondisi mesin mati dan rem tidak berfungsi normal. Sifat mobil disel setelah mesin mati rem tidak bisa berfungsi,”ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).