KECELAKAAN WONOGIRI : Mabuk, Pengemudi Minibus Picu Kecelakaan Karambol

Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos - Solopos.com
Senin, 10 April 2017 - 16:35 WIB

SOLOPOS.COM - ilustrasi kecelakaan. (Dok. Solopos.com)

Kecelakaan Wonogiri, kecelakaan karambol terjadi karena sopir minibus mabuk.

Solopos.com, WONOGIRI — Kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan bermotor terjadi di ruas Jl. Diponegoro No. 3, Lingkungan Jatirejo, Kelurahan Wonoboyo, Wonogiri, Minggu (9/4/2017) malam.

Lima kendaraan tersebut yakni satu minibus, satu MPV, dua city car, dan satu sepeda motor. Informasi yang diperoleh Solopos.com dari kepolisian, kejadian bermula saat minibus Grand Livina berpelat nomor AD 9083 R yang dikemudikan Suharno melintasi Jl. Diponegoro dengan kecepatan tinggi dari barat ke timur.

Saat sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba Suharno menabrak bagian belakang city car Suzuki Swift berpelat nomor AD 9423 KU yang dikendarai Rifky Hamami Suwito di depannya. Minibus tersebut oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Yamaha Jupiter berpelat nomor B 6254 SCW yang dikendarai Fendi Kriswanto.

Kanit Lakalantas Polres Wonogiri, Iptu Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora, mengatakan setelah menabrak sepeda motor, Grand Livina tersebut juga menabrak gerobak milik penjual jagung. “Pengemudi minibus itu sempat mengentikan kendaraannya sekejap, namun dia kembali tancap gas ke arah timur dengan kecepatan tinggi. Kemungkinan hendak melarikan diri,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (10/4/2017).

Setelah sampai Jl. Diponegoro No. 83, dari arah berlawanan muncul city car Toyota Yaris berpelat nomor H 8777 CZ yang dikendarai Tessar Even Effendi. Karena posisi Grand Livina terlalu ke kanan dan dalam kecepatan tinggi, Tessar tidak dapat mengelak dari terjangan minibus tersebut. Kecelakaan terjadi lagi.

“Minibus itu kemudian terpelanting ke kanan dan menabrak Honda B-RV berpelat nomor AG 1110 X yang sedang terparkir. Minibus tersebut akhirnya berhenti karena mesin dan bodi mobilnya mengalami kerusakan,” sambungnya.

Polisi akhirnya membawa Suharno ke Markas Satlantas Polres untuk dimintai keterangan. Ternyata Suharno dalam pengaruh minuman keras (miras).

“Jadi Suharno itu mengemudikan minibusnya secara ugal-ugalan itu karena pengaruh miras. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata dia.

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif