Kecelakaan Mematikan di Jalan Tol Mayoritas Disebabkan Kesalahan Pengemudi

Sejumlah lalu lintas mematikan kerap terjadi di jalan tol dengan mayoritas penyebab ada pada kesalahan pengemudi.

 Kondisi mobil Toyota Alpard remuk bagian depan setelah menyeruduk truk trailer di ruas Tol Boyolali-Semarang, di Banyudono, Boyolali, Kamis (24/11/2022). (Istimewa/Polres Boyolali)

SOLOPOS.COM - Kondisi mobil Toyota Alpard remuk bagian depan setelah menyeruduk truk trailer di ruas Tol Boyolali-Semarang, di Banyudono, Boyolali, Kamis (24/11/2022). (Istimewa/Polres Boyolali)

Solopos.com, BOYOLALI — Beberapa waktu terakhir, kecelakaan lalu lintas mematikan kerap terjadi di jalan tol, di antaranya di Jalan Tol Semarang-Solo, dengan mayoritas kesalahan ada pada pengemudi. Selama rentang waktu Januari hingga Agustus 2022, Polres Boyolali mencatat ada 11 kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang Tol Boyolali. Dalam 11 kecelakaan tersebut sebanyak 20 korban dinyatakan meninggal dunia.

“Angka kejadian laka lantas di ruas jalan tol tersebut, data terakhir sampai Agustus 2022, saya minta didatakan, itu sekitar 11 kejadian laka lantas dengan jumlah korban jiwa kalau tidak salah sekitar 20 orang meninggal dunia,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin, kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Kamis (24/11/2022).

Ia menyatakan ruas jalan tol di wilayah Boyolali memiliki kerawanan yang cukup tinggi. Asep sendiri mengatakan Boyolali memiliki ruas jalan tol baik di jalur A atau B, dimulai dari KM471 – KM505 atau sekitar 35 kilometer.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Angka Kelahiran Turun, Menakar Potensi Resesi Seks Hinggapi Indonesia

Apakah Indonesia menyusul banyak negara dunia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang mengalami resesi seks sehingga angka kelahiran terus turun?

+ PLUS Serabi Notosuman: dari Apem Jadi Kuliner Khas Solo

Asal-usul serabi notosuman yang menjadi salah satu olahan kuliner khas Solo ternyata berawal dari resep apem.

+ PLUS Antara Pesta dan Siasat di Rumah Dinas Bergaya Jawa-Eropa-India, Loji Gandrung

Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung bakal menjadi lokasi prosesi adat ngunduh mantu Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, yang jejaknya rumah bergaya Jawa-Eropa-India itu pernah dijadikan rumah pesta dan rumah siasat.

+ PLUS Makna Ngunduh Mantu Kaesang & Erina, Prosesi Sakral Pernikahan Adat Jawa

Ngunduh mantu pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono digelar mengikuti tata cara adat yang sakral dan penuh makna.

+ PLUS Makan Belalang Goreng di Gunungkidul Tradisi Luhur Warisan Nenek Moyang

Tradisi menyantap belalang goreng ternyata merupakan kearifan lokal warga Gunungkidul yang diwariskan dari nenek moyang.

+ PLUS Urutan Upacara Perkawinan Adat Yogyakarta, Penuh Makna Simbolis

Dalam penyelenggaraan upacara perkawinan adat Yogyakarta ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

+ PLUS Belalang Setan atau Belalang Bulus Racuni Warga Gunungkidul, Jadi Wabah di 2018

Warga Paliyan, Gunungkidul meninggal dunia akibat mengonsumsi belalang beracun jenis belalang bulus atau setan, yang pernah mewabah di daerah itu pada 2018.

+ PLUS Tak Hanya Jembatan Jurug, Bangunan Warisan Paku Buwono X Lain juga Tangguh

Jembatan Jurug A warisan Paku Buwono X sampai saat ini masih tangguh, meski pernah dibom berulang kali, sama seperti bangunan lain yang dibangun di era yang sama.

+ PLUS Larangan Mengenakan Batik Motif Parang

Tamu acara tasyakuran pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Pura Mangkunegaran dilarang mengenakan pakaian bermotif parang lereng, motif yang konon hanya boleh digunakan keluarga kerajaan.

+ PLUS Legenda 2 Naga Raksasa di Balik Asal-Usul Telaga Sarangan

Ada kisah legenda dua naga raksasa di balik asal-usul Telaga Sarangan di Magetan, Jawa Timur.

+ PLUS Para Pahlawan Berhidung Tajam di Tanah Bencana

Anjing pelacak dari Polri ikut ambil bagian sebagai pahlawan berhidung tajam dalam proses pencarian jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

+ PLUS Harta Karun Pasir Besi Lumajang dari Gunung Semeru

Erupsi Gunung Semeru menyisakan harta karun berupa pasir besi yang melimpah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

+ PLUS Nasi Rames, Sega Khas Jawa Sing Ora Mesti

Nasi rames adalah makanan khas Jawa Tengah yang kemungkinan sudah muncul sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

+ PLUS Alasan Upah Minimum Dinilai Kecil buat Tenaga Kerja di Indonesia

Upah minimum selalu menjadi perdebatan menjelang akhir tahun, karena menyangkut hajat hidup para pekerja.

+ PLUS Erupsi Gunung Semeru Sejak 1818 Sampai Sekarang

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api aktif tipe A yang tercatat mengalami erupsi kali pertama pada 1818.

+ PLUS Enam Sesar Aktif di Jawa Barat Simpan Potensi Gempa Bumi Magnitudo Besar

Jawa Barat memiliki enam sesar aktif yang berpotensi menyebabkan gempa bumi berkekuatan besar, salah satunya yang baru terjadi di Garut, Sabtu (3/12/2022).

+ PLUS Berhulu di Gunung Gajah Mungkur Wonogiri, Kali Oyo Surga Artefak Purba

Kali Oyo atau Oya berhulu di lereng barat Perbukitan Gunung Gajah Mungkur - Kukusan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, yang termasuk sungai purba dan mengandung artefak arkeologis yang kaya. 

+ PLUS Opioid Fentanil Ubah Jalanan Los Angeles bak Kota Zombie

Jalanan Los Angeles dipenuhi manusia mabuk bak zombie atau mayat hidup yang kecanduan fentanil.

+ PLUS Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

+ PLUS Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.