Kecelakaan Maut Truk Trailer Tabrak 6 Motor di Semarang, Balita Tewas
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, SEMARANG — Kecelakaan maut terjadi di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Musibah tragis karena menelan nyawa anak balita itu tepatnya terjadi di depan Markas Kodam IV Diponegoro, Jumat (6/3/2020) pagi.

Sebuah truk trailer berpelat nomor H 1495 YG menabrak enam sepeda motor yang tengah berhenti menunggu pengguna jalan menyeberang. Akibat kecelakaan itu, tiga orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia.

Ironisnya, korban meninggal dunia adalah seorang bocah berusia 3 tahun.

Dusun Semilir Destinasi Instagramable di Semarang

Salah seorang saksi mata, Serka Royani, mengaku semula dirinya menghentikan laju kendaraan dari arah selatan atau Ungaran guna memberikan kesempatan para pengguna jalan yang ingin menyeberang.

Pada saat enam sepeda motor berhenti, Serka Royani dari jarak 50 meter melihat truk trailer yang tengah berjalan pelan. Ia pun langsung memberi isyarat dengan menggunakan bendera agar sopir truk menghentikan laju kendaraannya.

Nyatanya, truk tetap menyelonong dan memicu kecelakaan tragis di Semarang itu. Diduga rem truk itu blong sehingga tak bisa berhenti dan menabrak enam sepeda motor yang ada di depannya.

Pencabulan Anak Angkat Dilakoni Pedagang Balon Temanggung

“Sopir tidak menggubris peringatan saya. Dia mengendarai truk sendirian tanpa kernet. Saya sudah mengibarkan bendera agar truk berhenti. Tapi, tetap saja truk menabrak kendaraan lain di depannya,” ujar Royani kepada wartawan, Jumat.

Motor Rusak Parah

Akibat kecelakaan itu, truk yang dikendarai Ratin Pubalingga, 42, warga Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, itu tak mengalami kerusakan. Namun, enam motor yang diseruduk, yakni Honda Beat berpelat nomor H 2973 ABC, Honda Revo H 2654 KC, Suzuki Satria FU H 4729 AEG, Honda Vario H 2355 AIG, Honda Beat H 3623 RI, dan Honda Vario H 4863 WC rusak cukup parah.

Sementara itu, satu korban yang meninggal merupakan bocah yang tengah dibonceng ibunya. Korban merupakan warga Perum Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Tangkal Covid-19, Keuskupan Agung Semarang Ubah Tata Cara Ekaristi

Sebelum terlibat tabrakan maut di Semarang itu, ia dibonceng ibunya untuk diantar ke lembaga Pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Semarang.

Sementara itu, tiga korban lain kecelakaan itu adalah Noval Faleh Ahmad, 10, pengendara sepeda motor Honda Beat berpelat nomor H 3623 RI dan pengendara motor Suzuki Satria FU. Mereka mengalami luka-luka yang cukup parah.

Ketiga korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Hermina, Banyumanik, Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho