Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Polisi: Sopir Alami Microsleep

Kapolres Semarang, AKB Yovan Fatika, menyebut sopir minibus mengalami microsleep hingga menyebabkan kecelakaan maut di Tol Semarang-Solo, Sabtu (24/9/2022).

Sabtu, 24 September 2022 - 17:49 WIB Penulis: Hawin Alaina Editor: Imam Yuda Saputra | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kecelakaan maut. (Dok. JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, UNGARAN — Kecelakaan maut melibatkan minibus dengan truk terjadi di Jalan Tol Solo-Semarang, Sabtu (24/9/2022) pagi sekitar pukul 04.05 WIB. Kecelakaan yang menyebabkan lima orang meninggal dunia itu terjadi akibat sopir mengalami microsleep.

Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika, mengaku telah meminta keterangan dari korban selama dalam peristiwa kecelakaan tersebut. Korban selamat itu merupakan penumpang minibus yang menabrak bagian belakang truk Fuso di Tol Semarang-Solo ruas Ungaran.

Menurut pengakuan kesaksian penumpang kepada aparat Polrestabes Semarang itu, sopir mengantuk saat mengendarai minibus berpelat nomor N 7023 YJ. Alhasil, minibus yang membawa rombongan dari Gresik, Jawa Timur (Jatim) itu tak terkendali hingga menabrak truk Fuso berpelat nomor BK 8407 SE yang berjalan searah pada jalur lambat di KM 438.

“Kendaraan Elf itu dikemudikan M. Iqbal, 27, warga Pasuruan. Menabrak truk Fuso yang mengangkut kayu yang berada di jalur lambat. Jadi ada microsleep yang dialami pengemudi Elf sehingga hilang kendali,” ungkat Kapolres Semarang.

Dengan adanya peristiwa tragis itu, Kapolres Semarang pun mengimbau kepada pengguna jalan, terutama yang melintas di tol agar selalu memperhatikan keselamatan. Selain itu, menjaga kondisi fisik saat melakukan perjalanan jarak jauh.

Baca juga: Minibus Tabrak Truk di Tol Semarang-Solo, Ini Daftar Korban Meninggal

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama di tol untuk menjaga keselamatan dan kondisi fisiknya. Silakan manfaatkan rest area yang telah disediakan pihak tol untuk istirahat atau pengecekan kendaraan. Jalan tol memang jalur bebas hambatan, sehingga pengemudi dituntut untuk tidak lengah dalam berkendara,” tegasnya.

Kecelakaan maut yang melibatkan minibus dengan truk itu menyebabkan lima orang meninggal dunia. Dari kelima korban, satu di antaranya sopir minibus bernama M. Iqbal Lazuardi asal Pasuruan.

Selain lima orang yang meninggal dunia, tujuh penumpang lainnya juga mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke RSUD dr. Gondo Suwarno, Kabupaten Semarang.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif