Ilustrasi kecelakaan kerja.(JIBI/Solopos/Dok.)

Kecelakaan kerja yang dialami pekerja proyek BPTP mendapat perhatian khusus dari Polres Semarang.

Solopos.com, UNGARAN – Kecelakaan kerja yang menewaskan Sriyono, 30, warga Klaten, saat menggali tanah untuk proyek pembangunan Gedung Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jateng di Jalan Soekarno Hatta, 10 A, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, awal April lalu, ternyata mendapat perhatian dari Polres Semarang.

Polres Semarang bahkan berencana melakukan penyelidikan guna mengetahui ada tidaknya unsur kelalaian atau kesalahan kerja dalam peristiwa itu.

“Kami akan terjunkan tim ke sana [lokasi] untuk mengetahui kejadiannya seperti apa. Hal ini kami lakukan karena sampai hari ini [Selasa,12 April 2016] belum ada laporan yang masuk. Malah kami tahunya dari pemberitaan di media massa,” terang Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian, kepada para wartawan di Mapolres Semarang, Selasa.

Sriyono meninggal saat menggali tanah untuk pondasi bangunan gedung serba guna BPTP, Sabtu (2/4/2016). Korban saat itu sedang berada di lubang sedalam lima meter untuk pembuatan pondasi, ketika tiba-tiba tanah di sekitarnya ambrol dan menimpanya.

Herman mengaku sangat kecewa dengan sikap PT Tri Tunggal Jaya Utama (TTJU), selaku rekanan penggarap BPTP yang tidak kooperati dalam memberikan informasi terkait kejadian itu kepada pihak kepolisian.

“Polsek saya kira juga tidak mendapat laporan karena sampai hari ini tidak ada tembusan ke kami. Seharusnya segala hal yang menyangkut peristiwa, apalagi sampai menyebabkan korban jiwa dilaporkan ke kepolisian,” imbuh Herman.

Tidak disampaikannya kejadian itu ada indikasi sengaja ditutupi. Oleh karenanya, penyelidikan kepolisian akan fokus pada pelaksanaan Standard Operational Procedure (SOP) perusahaan terkait keselamatan pekerja.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten