KECELAKAAN KARANGANYAR : Pedagang Sayur Meregang Nyawa Dihantam Mobil
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

Kecelakaan Karanganyar, seorang pedagang sayur meninggal dunia setelah bertabrakan dengan Daihatsu Taruna.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kecelakaan maut terjadi di jalan Solo-Tawangmangu, Dukuh Ngemplak Ngiri, RT 002/RW 003, Desa Ngemplak, Karangpandan, Karanganyar, Selasa (27/12/2016) dini hari.

Sepeda motor Honda Supra berpelat nomor AD 3162 KP bertabrakan dengan mobil Daihatsu Taruna berpelat nomor N 1672 BD sekitar pukul 00.30 WIB. Pengendara sepeda motor, Tukini, 36, warga Plumbon RT 002/RW 004 Plumbon, Tawangmangu, meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Pedagang sayuran tersebut sempat dilarikan ke RSUD Karanganyar, tapi kemudian mengembuskan napas terakhir. Tukini mengalami luka parah di kepala.

Sedangkan pengemudi Daihatsu Taruna, Achmad Dodik Thomasyuri, 21, tak mengalami luka berarti. Dodik adalah mahasiswa asal Magetan, Jawa Timur (Jatim). Selain korban jiwa, kecelakaan itu menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp5 juta.

Kasubaghumas Polres Karanganyar, AKP Rochmat, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan sebelum kecelakaan, dua kendaraan tersebut melaju dari arah berlawanan. Mobil Daihatsu Taruna melaju dari arah barat ke timur. Sedangkan sepeda motor melaju dari arah sebaliknya.

Sesampai di lokasi kecelakaan, diduga sepeda motor melaju terlalu ke kanan sehingga terjadi tabrakan. "Langkah-langkah yang kami lakukan mendatangi TKP, mencatat para saksi, mengecek korban, dan menghubungi keluarga korban," tutur dia.

Kanitlaka Ipda Maryadi mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Ahdi Rizaliansyah, saat dihubungi Solopos.com melalui ponsel, mengatakan di lokasi kecelakaan minim penerangan pada malam hari. Pengendara motor maupun mobil diminta ekstra hati hati saat melalui jalur tersebut.

Ihwal proses hukum kecelakaan, menurut dia, masih didalami. Belum ada tersangka dalam kejadian tersebut. "Belum, belum ada tersangka, masih didalami," kata dia.

Maryadi menjelaskan saat kejadian pengendara mobil tidak sendirian. Dia bersama beberapa rekannya. Disinggung tentang kondisi pengemudi mobil, menurut dia, tidak dalam pengaruh minuman keras (miras).

"Tidak, tidak sedang mabuk. Pengendara mobil tidak sendirian, dia bersama beberapa temannya saat kejadian," sambung dia.

Maryadi menjelaskan karakteristik jalan Solo-Tawangmangu yang berkelok-kelok dan naik turun menuntut konsentrasi penuh pengguna jalan, terutama pada malam hari. Di beberapa lokasi kondisi penerangannya minim.

Dia meminta pengguna jalan mengutamakan keselamatan diri saat berkendara di jalur tersebut. "Utamakan keselamatan, patuhi rambu-rambu dan markah jalan," terang dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom