Kategori: Nasional

KECELAKAAN BUS, Penumpang Rosalia Indah: Melaju Pelan Tiba-Tiba Tercebur


Solopos.com/JIBI/SOLOPOS/Antara
Warga menyaksikan bus Rosalia Indah yang terperosok ke tepi sungai di Desa Keras Wetan, Geneng, Ngawi, Jatim, Senin (18/2/2013). Bus jurusan Jakarta-Madiun tersebut menabrak pagar pengaman jembatan dan masuk ke sungai setelah menghindari pengendara sepeda motor mengakibatkan belasan penumpang luka berat dan ringan. (JIBI/SOLOPOS/Antara/Siswowidodo)

NGAWI—Kecelakaan bus terjadi di jalan raya Ngawi-Magetan, Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur, Senin (18/2/2013). Diduga karena rem blong, Rosalia Indah terjun dari jembatan dan masuk ke sungai sedalam lima meter.

Salah satu penumpang bus, Suharti, mengatakan saat kejadian ia dalam kondisi setengah tertidur. Saat itu bus melaju pelan.

"Jalannya bus cukup pelan, namun tiba-tiba langsung melewati pembatas jembatan dan tercebur ke sungai," ujar Suharti yang merupakan penumpang dari Tangerang tujuan Madiun ini.

Hal yang sama dikatakan saudara Suharti, Asri. Setelah tahu bus masuk sungai, ia berusaha keluar dari salah satu pintu bus. Dirinya juga sempat tertindih kursi dan penumpang lain.

Asri dan dua saudaranya sedang dalam perjalanan pulang kampung ke Trenggalek. Rencananya, dari Madiun mereka melanjutkan perjalanan ke Trenggalek. Beruntung mereka selamat dan hanya mengalami luka lecet.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bus bernomor polisi AD-1505-CA itu tercebur ke sungai setelah menghindari motor dan mobil yang hendak menyeberang di pertigaan jalan tersebut.

Beruntung bus tidak melaju dengan kecepatan tinggi karena akan melewati pertigaan. Kecepatannya diperkirakan hanya sekitar 60 kilometer per jam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah penumpang bus mengalami luka ringan dan berat, termasuk sang sopir dan kondektur.

Korban luka dirawat di beberapa tempat, yakni Puskesmas Geneng, RSUD dr Soeroto Ngawi, dan Rumah Sakit Widodo Ngawi. Saat kejadian bus mengangkut sekitar 25 penumpang.

Share
Dipublikasikan oleh
Rini Yustiningsih