KECELAKAAN BOYOLALI : Sopir Bus Terguling di Cepogo Belum Bisa Diperiksa Polisi
Bus Sayur Agung jurusan Selo-Boyolali yang mengalami kecelakaan di Desa Kadipiro, Kecamatan Cepogo, Boyolali Selasa (31/10/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)

Polisi belum berhasil mengorek keterangan dari sopir bus yang terguling di Cepogo, Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI -- Sopir bus Sayur Agung yang mengalami kecelakaan dan terguling di Desa Kadipiro, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Selasa (31/10/2017), belum dapat dimintai keterangan oleh polisi.

Sopir bus bernama Rohmat, 40 warga Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali, itu saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pandan Arang (RSPA) Boyolali. Kasatlantas Polres Boyolali AKP Marlin S. Payu mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi mengatakan kondisi sopir bus jurusan Selo-Boyolali tersebut belum memungkinkan untuk dimintai keterangan.

“Dalam kejadian itu sopir mengalami luka dan sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit dan belum memungkinkan untuk dimintai keterangan,” ujar Kasat didampingi Kanitlaka Ipda Suramto Widodo saat ditemui di Markas Satlantas Boyolali, Rabu (1/11/2017).

Suramto Widodo menambahkan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan itu masih dilakukan. Berdasarkan keterangan para penumpang, dugaan sementara kecelakaan diakibatkan rem blong.

Namun untuk memastikan penyebab itu, polisi akan bekerja sama Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali untuk memeriksa kalaikan bus. “Yang berwenang memeriksa kelaikan bus adalah Dishub. Kami masih berkoordinasi mengenai jadwal pemeriksaan kendaraan tersebut,” ujar Suramto.

Sebagaimana diberitakan, bus mikro Sayur Agung jurusan Selo-Boyolali mengalami kecelakaan di Desa Kadipiro, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Selasa. Kecelakaan diduga akibat rem blong. Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB tersebut.

Keduanya adalah Siti Munjiyah, 55 warga Bendosari, Kecamatan Cepogo dan Ny. Slamet, 60, Mliwis, Kecamatan Cepogo. Sementara itu, sejumlah korban selamat mengungkapkan bus melaju dari Pasar Selo menuju Boyolali mengangkut 15 orang yang hampir semuanya pedagang Pasar Selo.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom