Ilustrasi game online (Youtube)

Solopos.com, SEMARANG — Kecanduan bermain game online melalui gawai atau handphone rupanya memberikan dampak merugikan bagi anak-anak. Terbukti, tiga orang anak harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo, Kota Semarang, setelah mengalami gangguan jiwa gara-gara kecanduan gawai.

Psikiater RSJD Amino Gondohutomo, Hesti Anggriani, mengatakan rata-rata anak yang menjalani terapi itu usianya sembilan tahun. "Dua pasien benar-benar murni adiksi [kecanduan] game. Satunya lagi didiagnosis gangguan jiwa karena main game terus," ujar Hesti kepada wartawan di Semarang, Jumat (18/10/2019).

Hesti menyebutkan ciri pasien yang mengalami kecanduan game dalam gawai antara lain, anak tersebut tak bisa dikendalikan. "Tidak mau sekolah, harus dipaksa. Inginnya main game terus. Orang tua jadi kewalahan," jelasnya.

RSJD Amino Gondohutomo sebenarnya menerima cukup banyak pasien karena masalah gangguan kejiwaan akibat kecanduan gawai. Namun, dari beberapa pasien itu hanya tiga orang yang didiagnosis mengalami adiksi berat.

"Kalau yang overlap dengan diagnosis lain banyak. Tapi yang kasus adiksi berat tidak," ujarnya.

Hesti menjelaskan seorang anak bisa disebut mengalami game addiction jika menghabiskan waktunya selama 8 jam sehari untuk bermain gawai. "Kalau adiksi games, dia menggunakan waktu sehari di atas delapan jam sehari. Setiap hari terus mengulang rutinitas itu, bukan sekadar untuk refreshing atau rekreasi," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten