Kecamatan Ampel Boyolali Bakal Lakukan Tes Swab Covid-19 Rutin, Ini Sasarannya
Ilustrasi tes swab Covid-19. (Reuters/Lim Huey Teng)

Solopos.com, BOYOLALI -- Upaya penanganan Covid-19 terus dilakukan di Kabupaten Boyolali, termasuk di Kecamatan Ampel. Dalam waktu dekat Pemerintah Kecamatan Ampel juga akan melakukan koordinasi dengan Puskesmas Ampel terkait kegiatan screening melalui swab kepada masyarakat berisiko tinggi.

Camat Ampel, Dwi Sundarto, mengatakan hal itu menindaklanjuti program dari Dinas Kesehatan yang menargetkan sekitar 1.000 swab per pekan. "Kami akan rapat dengan Puskesmas dalam waktu dekat," kata dia kepada Solopos.com, Minggu (25/10/2020).

Pentingnya Edukasi Anak Terkait Pandemi Covid-19 dan Protokol Kesehatan yang Harus Diterapkan

"Kami dapat jatah per pekan sekitar 39 swab. Nanti diutamakan lansia, atau yang memiliki komorbid atau berisiko tinggi. Sasarannya akan kami rapatkan, apakah sepekan untuk satu desa atau seperti apa," imbuh Dwi.

Sebagai langkah antisipasi dan pemetaan persebaran Covid-19, pihaknya juga berkerja sama dengan Puskesmas Ampel untuk melaksanakan rapid test kepada 80 orang dari kalangan perangkat desa, Jumat (23/10/2020).

"Hanya, untuk hasil belum ada informasi. Sebelumnya untuk dua desa yang cukup banyak kasus, yakni di Gondang Slamet dan Tanduk sudah. Kemudian delapan desa lainnya kemarin Jumat," jelas Dwi.

Karantina Wilayah RT Bumi Laweyan Solo Bermula Dari Petugas Parkir Positif Covid-19, Begini Ceritanya

Selain upaya screening, edukasi dan sosialisasi mengenai kebiasaan hidup baru juga terus dilakukan. "Operasi masker sudah kmi gelar. Kami juga sampaikan ke kepala desa agar dalam setiap kesempatan melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai perilaku hidup baru. Di antaranya kesadaran memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak" lanjut Dwi.

Kepala Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Sri Haryanto, membenarkan adanya kegiatan rapid test yang ditujukan kepada perangkat desa. "Saya bersama dua perangkat lain, kemarin Jumat sudah rapid test. Sebab perangkat yang belum rapid test hanya dua orang. Hasilnya masih menunggu," jelas dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom