Kebisuan Pasar Oscar

SOLO-Jean Dujardin pemeran George Valentin pastilah bangga menjadi pemain film bisu dalam The Artist. Kebisuan The Artist berhasil membawa lima piala Oscar 2012.   Pada 2011 lalu Oscar menempatkan kisah raja gagap The King Speech sebagai film terbaik. Mengeksplorasi film era tahun 1920-an The Artist menngumbar minimalisasi teknologi di tengah dahsyatnya teknologi digital di dunia perfilman.

Sepanjang dua setengah jam The Artist berlangsung, Michel Hazanavicius sang sutradara dengan penuh percaya diri mengemas kisah sederhana seputar kegalauan Valentini--sang artis film bisu—seiring serbuan teknologi baru penuh warna dunia layar lebar. Meski tampil minim warna, film komedi romantis ini mampu menghadirkan berjuta makna bagi para penontonnya.

Berduet dengan sang istri Berenice Bejo—berperan sebagai Peppy Miller—Jean tampil maksimal. Minim dialog, total dalam peran Valentini. Secara umum ada tiga bintang dalam film ini, Jean, Uggie--si anjing yang juga menyabet berbagai penghargaan--dan Michel Hazanavicius. Pekan lalu The Artist tayang di Cinema XXI Solo Square. Seperti halnya nasib film pemenang Oscar lainnya, The Artist senyap penonton.

Seperti pemandangan Rabu (29/2) siang, tiga penonton pada pemutaran hari kedua The Artist tetap hanyut menikmati adegan demi adegan. Mereka tetap enjoy menikmati suasana lengang di bioskop berkapasitas 400-an orang “Pada hari pertama diputar, yang nonton tidak lebih dari 100 orang. Film ini kurang diminati karena tampilan visual kurang menarik, memakai layar hitam putih dan gak ada suara,” kata General Manager Cinema XXI, Bambang Rahmad Widodo.

Pasar film di Indonesia masih didominasi film-film yang tak perlu berpikir berat buat menyimaknya. Film-film Oscar termasuk kategori film berat. Lihat saja berdasarkan catatan, film-film yang sukses di Oscar tak laris di pasaran. Catatan ini tak berlaku bagi Titanic (1998) yang selain sukses di pasaran namun juga sukses di Oscar. Titanic meraih 11 Oscar dan menjadi film terlaris.

Ini berbeda dengan capaian Avatar pada 2009 yang sukses di pasaran dengan keuntungan hingga US$2,8 miliar dan gagal di Oscar, Keunggulan teknologi yang diusung Avatar tak menjamin menang di Oscar. Menengok ke belakang pada 2006, Crash menjadi film terbaik, namun tak selaris Pirates of The Carribean: Dead Manís Chest.

Demikian halnya dengan sekuel Harry Potter maupun Twlight yang banyak digandrungi Sobat Gaul, belum tentu laris di pasaran menang di Oscar. Nah Sobat Gaul suka yang mana, itu kan pilihan?

Eri Maryana, Rini Y



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom