Kategori: Solo

Kebijakan PSBB Jateng Berbeda-Beda Bikin 3 Kepala Daerah Soloraya Ini Bingung


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI -- Tiga kepala daerah Soloraya mengaku bingung dengan kebijakan PSBB yang berbeda-beda untuk tiap daerah di Provinsi Jateng.

Mereka berharap ketegasan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk menyamakan kebijakan pada seluruh daerah dalam rangka menangani pandemi Covid-19. Hal itu terungkap dalam acara Focus Group Discussion bertajuk "Saatnya Sinergi Atasi Pandemi dengan PSBB" yang diselenggarakan Solopos, Senin (11/1/2021).

Tiga kepala daerah yang ikut pada diskusi yang juga diikuti Gubernur Ganjar itu yakni Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Wali Kota Solo Terbitkan SE Baru: Jam Buka Usaha Kuliner Tak Jadi Dibatasi

Dalam kesempatan itu, ketiganya menyampaikan butuh kebijakan yang terintegrasi agar PSBB Jateng bisa berhasil secara maksimal. Kebijakan yang berbeda-beda untuk tiap daerah yang membuat bingung.

Misalnya, salah satu daerah menutup objek wisata, namun daerah lain masih membuka objek wisata. Untuk itu mereka sepakat agar Gubernur Ganjar memfasilitasi forum diskusi dan menyampaikan aspirasi dari berbagai daerah.

Koordinasi Seluruh Kepala Daerah

Selanjutnya, Ganjar bisa memutuskan kebijakan yang bisa diterapkan bersamaan di seluruh kabupaten/kota Provinsi Jateng. Menanggapi hal itu, Ganjar menyatakan siap dan akan melakukan koordinasi dengan seluruh kepala daerah Jawa Tengah.

Hujan Deras Picu Banjir di Karanggede Boyolali, 2 Anak-Anak Terseret Arus

"Setuju, nanti kami lakukan evaluasi dulu. Kemudian kami lakukan konsensus dalam menangani pandemi Covid-19, terutama saat PSBB Jawa-Bali ini," kata Gubernur Jateng itu.

Terkait perbedaan kebijakan PSBB pada setiap daerah, Ganjar akan meminta sekretaris daerah masing-masing kabupaten/kota untuk menyerahkan laporan kesepakatan. Ia pun juga akan memfasilitasi adanya forum rembuk kepala daerah khusus membahas penanganan pandemi Covid-19.

"Hasil laporan kesempatan itu nanti kami evaluasi. Kelebihan dan kekurangan atas suatu kebijakan akan kami paparkan kepada seluruh kepala daerah. Kalaupun pada akhirnya ada perbedaan kebijakan, berarti ada kebijakan yang didasarkan pada lokalitas," kata Ganjar.

Pajero Hilang Kendali dan Terhempas Di Tol Sragen, Pengemudinya Meninggal Dunia

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta ketegasan Ganjar dalam menyikapi perbedaan kebijakan kepala daerah terkait PSBB di Jateng. Rudy mencontohkan di Solo hajatan sudah dilarang. Namun, daerah lain justru masih memperbolehkan.

Kecemburuan

"Yang hajatan ke daerah lain itu orang Solo. Saat kembali ke Solo ada potensi bawa virus juga. Ini yang jadi masalah. Saya juga mohon agar pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala tetap diisolasi. Asrama Haji Donohudan masih bisa, yang memakai baru Pemkot Solo," kata Rudy.

Hal senada diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Ia juga meminta agar ada koordinasi antarkepala daerah Jateng yang difasilitasi Gubernur.

Jam Buka Usaha Kuliner Solo Tak Dibatasi, Satgas Covid-19: Langgar Prokes, Bubarkan!

"Biar kebijakan sama dan seragam. Nguwun tulung Pak Gubernur. Bisa diagendakan pertemuan lewat virtual pada malam hari, saat semua sudah luang waktunya. Ini untuk menyamakan persepsi," kata Yuni.

Hal serupa diungkapkan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Selama pandemi berlangsung hingga PSBB Jateng, belum ada kebijakan yang terintegrasi. Maka perbedaan kebijakan antardaerah sering kali menimbulkan persoalan dan kecemburuan. Maka butuh kesepakatan agar penanganan pendemi bisa berjalan baik.

"Di Wonogiri objek wisata sudah dilarang sebelum ada PSBB. Namun daerah lain masih buka. Adanya berbagai macam kebijakan ini bisa menimbulkan persoalan baru di masyarakat," katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih