Tutup Iklan

KEBIJAKAN PENDIDIKAN : DPRD Minta Rencana Waktu Belajar 5 Hari Dikaji Lebih Mendalam

KEBIJAKAN PENDIDIKAN : DPRD Minta Rencana Waktu Belajar 5 Hari Dikaji Lebih Mendalam

SOLOPOS.COM - Ilustrasi siswa sekolah dasar (JIBI/Solopos/dok)

Kebijakan pendidikan terkait rencana penerapan lima hari sekolah masih menjadi perdebatan. 

Solopos.com, SEMARANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengan meminta rencana Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberlakukan waktu belajar lima hari sekolah dalam sepekan supaya dikaji lebih mendalam.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Ahmadi mengatakan bila tanpa pengkajian secara matang kebijakan tersebut dikhawatirkan malah membawa dampak buruk bagi para siswa.

“Saya khawatir kalau teledor, kebijakan itu [lima hari sekolah] malah mambawa dampak kurang baik bagi proses pembelajaran siswa,” katanya pada pada diskusi Polemik Sekolah Lima Hari yang digelar Jaringan Jurnalis Perempuan di ruang press room Pemprov Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Senin (18/5/2015).

Sebelum diberlakukan kebijakan lima hari sekolah, lanjut Ahmadi, perlu diperhatikan kesiapan orang tua, siswa, dan sekolah supaya tidak menimbulkan permasalahan.

Bagi orang tua yang berpenghasilan cukup, tidak masalah karena bisa membawakan bekal makanan atau memberikan uang saku kepada anaknya untuk makan siang di sekolah.
Namun, bagi orang tua yang tidak mampu, sambung Ahmadi akan menjadi kendala karena tidak akan sanggup memberikan bekal makanan dan uang saku tambahan anakanya.

“Pelaksanaan lima hari sekolah juga membawa dampak bagi madrasah yang tidak bisa berjalan dengan baik. Jadi perlu dikaji lagi lebih mendalam sebelum diberlakukan,” tandas politisi dari PKS ini.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv dalam kesempatan sama mengungkapkan pelaksanaan lima hari sekolah tidak mudah karena akan berpengaruh bagi aspek pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Menurut dia, ada beberapa hal yang harus dikaji, antara lain jam belajar lebih panjang yakni dari pukul 07.00 WIB-15.30 WIB sehingga perlu diperhatikan titik jenuh guru dan murid supaya tidak berpengaruh pada proses belajar mengajar.
”Gubernur juga perlu mempertimbangkan kelangsungan pendidikan nonformal seperti tempat les, taman pendidikan Alquran [TPQ], dan lainnya yang kemungkinan akan terganggu,” ungkap Zen.

Sementara itu, Kepala Badan Perlindungan Anak dan Perempuan Jateng, Kusuma Astuti, kebijakan lima hari sekolah perlu dikaji mendalam menyangkut kesiapan anak didik dan sekolah.

“Sarana dan prasarana sekolah sudah siap atau belum, termasuk pihak keluarga. Sehingga sebelum diberlakukan perlu dikaji ulang dengan melibatkan semuah pihak terkait,” saran dia.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranomo sebelumnya menyatakan segera akan melakukan uji coba penerapan program waktu belajar selama lima hari sekolah dalam sepekan di jenjang sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa.

Tujuan waktu belajar selama lima hari sekolah dalam sepekan, menurut Ganjar untuk meningkatkan kualitas pertemuan dengan orang tua masing-masing.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemilik Kapal di Pati Didorong Beri ABK Perlindungan Jamsostek

Pengusaha kapal perikanan di Pati didorong mendaftarkan anak buah kapal (ABK) menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Penjualan Mobil di RI Tertinggi Kedua Se-Asean, Dampak PPnBM 0 Persen?

Kini Indonesia memperkuat posisinya dengan mencetak volume penjualan mobil tertinggi kedua se-Asean sepanjang Januari—April 2021.

Target Sasaran Vaksin Covid-19 di Kudus Jadi 607.063 Orang

Target sasaran vaksin Covid-19 di Kabupaten Kudus naik menjadi 607.063 orang dari sebelumnya hanya 127.063 orang.

Kasir Otaki Pencurian Rp74 Juta Milik UPK Gemilang Magelang

Seorang kasir di Unit Pengelola Keuangan (UPK) Gemilang Sejahtera Tempuran berinisial, Sj, 38, jadi otak pencurian uang senilai Rp74 juta.

Lirik Lagu Lingsir Wengi dan Terjemahannya Versi Didi Kempot

Di bawah ini terdapat lirik lagu yang kerap dikaitkan dengan horor, Lingsir Wengi versi sang maestro musik campursari, Didi Kempot.

Menilik Kuliner Opor Ayam Khas Pati yang Fenomenal

Pati punya hidangan khas lain berupa opor, salah satunya Opor Ibu Saudah yang dalam penyajiannya porsi potongan ayamnya besar-besar.

Ini Dia Daftar Perguruan Tinggi BUMN yang Kasih Beasiswa Plus Link Pendaftarannya

Sembilan perguruan tinggi BUMN menawarkan beasiswa kuliah kepada calon mahasiswa baru.

10 Berita Terpopuler : 1 dari 4 SMK Swasta Terbaik Nasional Ada di Solo – Kisah Warga Terjerat Pinjol

Ulasan tentang SMK swasta terbaik nasional hingga Coca Cola merugi masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

KA Nusa Tembini Digadang Angkat Pariwisata Banyumas

KA Nusa Tembini rute Cilacap-Yogyakarta pergi pulang (PP) yang akan diluncurkan pada 2 Juli 2021 diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.  

Waduh! Covid-19 Meluas, Tambah 3 Kantor Desa di Polokarto Sukoharjo Lockdown

Seluruh pelayanan masyarakat dihentikan sementara setelah tiga kepala desa (Kades) di Polokarto dinyatakan positif Covid-19.

Kasus Covid-19 Sleman Melonjak, Hingga Pertengahan Juni Ada 59 Pasien Meninggal

Terjadi lonjakan kasus COvid-19 di Sleman. Begitu pula dengan angka kematian pasien Covid-19 yang meningkat.

Akses Layanan Kesehatan di Cilacap Tersulit di Jawa Tengah

Kabupaten Cilacap memiliki nilai tertinggi untuk kategori sangat sulit terkait akses pelayanan kesehatan  di Jawa Tengah.