Kebijakan Pemda di Soloraya Saat Pandemi Beda-Beda, Begini Pendapat Gibran
Gibran Rakabuming Raka (tangkapan layar diskusi virtual Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyoroti perbedaan kebijakan Pemkab Sukoharjo dengan Pemkot Solo terkait pembatasan aktivitas masyarakat di mal di tengah pademi Covid-19 ini. Ketika Solo melarang anak-anak berjalan-jalan di mal, tapi di Sukoharjo tetap dibolehkan.

Menurut Gibran pemerintah daerah di Soloraya seharusnya kompak dalam kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. “Harus kompak. Misal anak kecil atau ibu hamil dilarang masuk mal di Solo, tapi ngeyel, lalu lari ke Sukoharjo,” kata Gibran saat diskusi virtual Outlook Ekonomi Solo 2021: Saatnya Bangkit!, yang digelar Solopos, Senin (18/1/2021).

Diskusi itu juga menghadirkan beberapa narasumber lain seperti Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Nugroho Joko Prastowo; Pengamat Ekonomi FEB UNS, Mulyanto, dan Ketua Apindo Solo, Iwan K. Lukminto.

Sepekan PPKM, 164 Pelaku Usaha di Sukoharjo Melanggar Jam Operasional

Pada kesempatan itu, Gibran menekankan pentingnya kekompakan pemerintahan daerah karena kebijakan satu daerah berdampak terhadap daerah lainnya.

“Jangan sampai yang ketat hanya Solo, tapi daerah-daerah lainnya agak longgar,” kata dia.

Bila nanti sudah dilantik sebagai Wali Kota Solo, Gibran berkomitmen untuk membangun sinergitas dengan daerah di Soloraya. Sebagai langkah awal dia akan membangun komunikasi atau dialog dengan para pimpinan daerah.

“Jangan jalan sendiri-sendiri. Apa yang terjadi di Klaten, Sragen dan Wonogiri berdampak ke Solo. Solo penduduknya cuma 500.000, tapi saat jam produksi, orang di Solo sampai 2,5 juta. Solo magnet bagi orang di sekitar,” tegas dia.

Pelaku UMKM Terpukul Pandemi

Lebih lanjut, Gibran juga menyampaikan komentar atau pandangannya terkait insiden keributan antara beberapa pedagang dengan rombongan Satpol PP dan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.

Video keributan mereka viral di berbagai media sosial dan pemberitaan portal online beberapa hari terakhir. Di video itu terlihat Bupati Wardoyo terlibat adu argumentasi dengan beberapa pedagang makanan yang sedang berjualan.

Industri Soloraya Potensial Dikembangkan, Ini Saran Apindo Solo untuk Gibran

Menurut Gibran para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sudah sangat terpukul dengan kondisi pandemi Covid-19. Dia menambahkan pengetatan aturan untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 memang diperlukan.

Tapi dalam konteks pedagang kuliner atau warung makan buka malam hari Gibran menilai tak masalah asal mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Ketat okay, tapi jangan batasi ruang gerak warung makan pas malam. Saya kira tak masalah asal memperbanyak delivery order, dan membatasi pembeli yang makan di tempat. Asal menerapkan prokes tidak masalah,” urai dia.

Uang Rp70 Juta Ikut Hangus, Ini Dugaan Penyebab Kebakaran Toko Kelontong Jajar Solo

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom