Kebijakan Karantina Bikin Heboh di Akhir tahun, Gibran: Komunikasi akan Kita Perbaiki
Calon Wali Kota Solo Terpilih, Gibran Rakabuming Raka. (youtube)

Solopos.com, SOLO -- Calon Wali Kota Solo Terpilih, Gibran Rakabuming Raka, berkomitmen untuk memperbaiki komunikasi Pemerintah Kota Solo dalam menyampaikan kebijakan yang berdampak luas bagi publik. Ia memastikan kejadian di akhir tahun lalu tidak akan terulang ke depannya.

Kejadian yang dimaksud adalah adanya kesimpangsiuran kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Solo terkait karantina warga luar kota yang masuk ke Kota Bengawan. Informasi kebijakan itu berbeda-beda tergantung siapa yang menyampaikan. Dampaknya, masyarakat bingung dan tidak berani datang ke Solo. Ujung-ujungnya, para pengusaha perhotelan serta pariwisata yang dirugikan.

"Kita harus belajar dari kejadian di akhir tahun. Ke depan komunikasi akan diperbaiki, yang jelas kami ingin memberikan rasa nyaman dan keamanan. Kalau dilarang ya dilarang, kalo diperbolehkan ya diperbolehkan," ujar Gibran dalam FGD virual bertajuk “Outlook Ekonomi Solo 2021: Saatnya Bangkit” yang digelar Solopos, Senin (18/1/2021).

Pengamat: Tak Bisa Sendirian, Kota Solo Butuh Kerja Sama Antardaerah Untuk Pulihkan Ekonomi

Sebelum Gibran melontarkan pernyataan tersebut, Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Sistho A. Srestho, sempat menyampaikan keluh kesahnya di FGD. Sistho mengatakan dalam dunia pariwisata, ada tiga hal penting yang perlu dijaga. Yakni keamanan, kenyamanan, dan kepastian. Faktor keamanan dan kenyamanan tidak ada masalah. Yang jadi kendala bagi pengusaha hotel dan restoran di Solo ada di faktor kepastian.

"Keamanan ini terkait bagaimana keamanan kota tersebut, tidak dalam risiko bencana, dan sebagainya. Untuk kenyamanan menyangkut sarana transportasi, kemudian bagaimana pihak hotel dan restoran memberikan kenyamanan pada tamunya. Sementara kepastian ini yang paling penting. Kepastian ini menyangkut kebijakan  publik," ujar Sistho.

"Apabila tamu tidak diberikan kepastian kebijakan publik, seperti peraturan yang sering berganti, ini yang membuat tamu kebingungan. Kebijakan dan statement pemerintah jangan berubah-ubah, karena berpengaruh pada sektor pariwisata."

BI Solo Optimistis Ekonomi Soloraya Akan Bangkit, Ini Alasannya

Bentuk Crisis Center

Sistho mengusulkan kepada Pemkot Solo agar membentuk Crisis Center. Crisis Center ini akan mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas sebuah kebijakan yang akan diambil. Tidak diputuskan sepihak. Lalu informasi kebijakan itu disampaikan melalui satu pintu, sehingga bahasa dan narasinya sama. Ini agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Terkait usulan tersebut, Gibran menyepakatinya. Begitu ia menjabat Wali Kota Solo, putra sulung Presiden Joko Widodo ini menyatakan akan membentuk Crisis Center. "Humas nanti kami perbaiki biar semuanya satu bahasa. Ke depan memang perlu Crisis Center, kebijakan diambil setelah melibatkan semua pihak, sehingga tidak ada yang dirugikan" ujarnya.

Gibran Sebut Vaksinasi Adalah Game Changer di Tengah Pandemi

Selain Gibran, hadir pula sejumlah narasumber lain dalam FGD tersebut. Yakni Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo; pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNS Solo, Mulyanto; dan Ketua Apindo Solo, Wawan Lukminto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom