Kebijakan Ganjil Genap Objek Wisata Bantul Dievaluasi

Penerapan kebijakan ganjil genap di objek wisata Hutan Pinus Sari Mangunan, Bantul dievaluasi.

 Suasana tempat parkir kawasan Hutan Pinus Sari Mangunan pada Sabtu (18/9). (Harian Jogja/Catur Dwi Janati)

SOLOPOS.COM - Suasana tempat parkir kawasan Hutan Pinus Sari Mangunan pada Sabtu (18/9). (Harian Jogja/Catur Dwi Janati)

Solopos.com, BANTUL – Penerapan kebijakan ganjil genap di Hutan Pinus Sari Mangunan, Bantul dievaluasi. Beberapa langkah diambil pasca uji coba penerapan ganjil genap pekan lalu, salah satunya hari pemberlakuan ganjil genap.

Salah satu evaluasi menyasar pada aspek sosialisasi informasi aturan ganjil genap. Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta menuturkan masih diperlukan sosialisasi aturan ganjil genap kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat menentukan waktu rekreasi yang tepat tanpa perlu diputar balik.

“Perlu sosialisasi kepada pengguna jalan dan wisatawan agar mengerti hari apa itu ganjil atau genap,” ujarnya pada Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Pengelola Objek Wisata di Jogja Keberatan Aturan Ganjil Genap

Upaya untuk meningkatkan sosialisasi kebijakan ganjil genap bakan dilakukan dengan penempatan spanduk di simpang masuk arah obyek wisata. Dengan demikian, sekali pun wisatawan saat berangkat tidak tahu ada kebijakan. Saat hendak masuk mereka punya kesempatan putar lebih awal sebelum diputar balik.

“Adanya spanduk pemberitahuan di simpang jalan sebelum sampai di obyek. Agar memberi kesempatan putar balik di simpang,” terang Aris.

Di sisi lain evaluasi juga menyoroti hari pemberlakuan aturan ganjil genap. Dari perhitungan Dinas Perhubungan Bantul, pada hari Jumat jumlah wisatawan di Hutan Pinus Sapi Mangunan masih sepi.

Baca juga: Pemkab Bantul Ajukan Pantai Parangtritis untuk Dibuka

Perubahan Ganjil Genap Bantul

Hal itu sangat berbeda dengan Sabtu dan Minggu yang ramai. Oleh karenanya akan ada perubahan waktu penerapan ganjil genap. “Untuk minggu kemarin itu dimulai Jumat, padahal Jumat sepi. Tapi penyekatan ganjil genap tiap Sabtu dan Minggu saja,” tandasnya.

Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Alexander Joko Wintolo mengevaluasi waktu sosialisasi kebijakan ganjil genap yang dirasa memang belum cukup kepada masyarakat.

“Karena yang berwenang untuk pengaturan seperti itu dari Dishub, Polres, dan untuk penegakan Perdanya itu dari Satpol PP, kami akan berkoordinasi dengan ketiga instansi tadi untuk pengaturan ganjil genap,” terangnya.

Baca juga: Ganjil Genap Diberlakukan ke Tebing Breksi, 72 Kendaraan Diputar Balik

Selain aturan ganjil genap, evaluasi Joko juga menemukan pengimplementasian peduli lindungi yang masih terkendala sinyal. Kondisi sinyal yang acap kali masih lemah, sering didapati pengunjung saat akan memindai kode QR peduli lindungi.

“Terkadang sering gagal belum berhasil, itu menjadi kendala tersendiri. Namun secara umum pelaksanaan sudah baik, pengunjung sudah mematuhi prokes termasuk pengelola sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk menerima kunjungan itu,” pungkasnya dikutip dari Harian Jogja.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.

Besok, Sekolah-Sekolah di Sleman yang Gelar PTM akan Di-Swab

Disdik Sleman akan menggelar sampling tes swab bagi siswa dan guru di sekolah yang menggelar PTM. Tes swab ini akan digelar di tiga kapanewon (kecamatan).