SOLOPOS.COM - Sampah yang menumpuk di sungai dekat kawasan Sidoasih, Sidoluhur, dan Dempel, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Supri Yanto)

Kebersihan di Kota Semarang kembali dikeluhkan dengan hadirnya sampah yang menumpuk di sungai.

Semarangpos.com, SEMARANG – Belakangan hari ini, beberapa warga di sejumlah kawasan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dipusingkan dengan masalah banjir. Namun bukan hanya banjir, masalah kebersihan di kota bersemboyan aman, tertib, lancar, asri, dan sehat ATLAS) itu juga ramai dikeluhkan.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Buruknya kebersihan yang menjadi keluhan itu terjadi di kawasan Sidoasih, Sidoluhur, dan Dempel, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Warganet yang kebanyakan mengaku sebagai warga Kota Semarang mengeluhkan hadirnya sampah di sungai dekat kawasan tersebut setelah fotonya diunggah pengguna akun Facebook Supri Yanto di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), Kamis (22/2/2018).

“Untuk yang kesekian kalinya tak didengar. Apakah ini sampah? Untuk warga Sidoasih, Sidoluhur, Dempel yang deket aliran sungai sebelah barat Tlogosari. Di mana hati nurani kalian,” tulis pengguna akun Facebook Supri Yanto. Pada foto yang ia sertakan, memang terlihat sampah dalam jumlah cukup banyak yang mengapung di sungai.

Netizen yang mengetahui foto itu kemudian ramai melontarkan kecaman terhadap para pembuang sampah sembarangan. Mereka menilai buruknya kebersihan itu dapat memicu terjadinya banjir di Kota Semarang. “Ngko nek banjir nyalahke [Nanti jika banjir saling menyalahkan] dengan lagu ‘mohon dinas terkait untuk segera bertindak’,” tulis pengguna akun Facebook Fajar Shidiq.

“Buang sampah masih suka sembarangan, giliran banjir nyalahin pemerintah,” ungkap pengguna akun Facebook Afif Nugi Akasah.

Netizen berharap para pembuang sampah sembarangan yang tak mampu menjaga kebersihan di Kota Semarang seperti itu segera menyadari kesalahan mereka. Selain banjir, sampah yang menumpuk itu dianggap dapat menyebabkan bahaya lain seperti datangnya penyakit. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya