Tutup Iklan

Kebanyakan Paket Perjalanan & Rapat PNS, Biang Anggaran Tak Efisien

Kebanyakan Paket Perjalanan & Rapat PNS, Biang Anggaran Tak Efisien

SOLOPOS.COM - Protes pelarangan PNS rapat di hotel, Rabu (26/11/2014). (Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis)

Kemenkeu membeberkan biang anggaran tak efisien, salah satunya terlalu banyak paket perjalanan dan rapat.

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Keuangan menemukan delapan masalah penyebab kurang efektif dan efisiennya anggaran kementerian dan lembaga negara. Direktur Anggaran bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ditjen Anggaran Purwanto mengatakan selama ini APBN meningkat dari tahun ke tahun nilainya.

Namun rasio belanja lembaga negara terhadap PDB seperti hanya belanja negara justru mengalami penurunan. “Oleh karena itu keterbatasan anggaran menuntut penajaman prioritas dan value of money dari anggaran,” kata Purwanto di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Senin (23/10/2017).

Dia menuturkan ada arahan Presiden yang menuntut perbaikan sistem perencanaan dan penganggaran belanja. Oleh sebab itu, dalam kajian yang dilakukan Kemenkeu terdapat delapan masalah mengapa anggaran lembaga negara selama ini kurang efektif dan efisien.

Pertama, masih cukup tingginya belanja barang aparatur/operasional khususnya perjalanan dinas dan paket meeting, honor, dan belanja barang operasionaldan non-operasional lainnya. Kedua, belanja barang bantuan pemerintah dan bantuan sosial cenderung meningkat namun belum efektif terhadap pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Menurutnya banyak kementerian dan lembaga yang anggarannya semakin tinggi setiap tahun namun tidak ada dampak signifikan terhadap masyarakat. “Kementerian lembaga itu cenderung ngebut [belanja] di akhir tahun seperti November dan Desember, artinya jangan-jangan kualitasnya [belanja] sembarangan, outputnya di lapangan gimana? tentu efeknya baru dirasakan di tahun berikutnya,” katanya.

Ketiga, program prioritas terlalu banyak sehingga tidak fokus. Keempat, kemampuan penyerapan PHLN, PHDN dan SBSN tidak sesuai dengan yang direncanakan. Kelima, masih cukup tinggi frekuensi revisi DIPA.

Keenam, tidak adanya informasi bagi publik tentang rencana, waktu pelaksanaan, lokasi output dan progress kegiatan dari kementerian dan lembaga. “Masalah website, selama ini kalau dicari outputnya apa agak susah. Biasanya web kementerian dan lembaga yang ditemukan cuma visi misi, berita seremonial, tapi output [kinerjanya] enggak ada.”

Ketujuh, beragamnya sistem monitoring kementerian dan lembaga negara dan belum optimalnya pemanfaatan e-money. Terakhir, laporan keuangan yang belum terintegrasi dengan laporan kinerja sehingga pengukuran keberhasilan program sulit dilakukan.

Berita Terkait

Berita Terkini

15 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak

Satgas Nemangkawi menundukkan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diklasifikasikan teroris di Papua.

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.

Christian Eriksen Kolaps, Denmark Vs Finlandia Dihentikan

Christian Eriksen tersungkur ke lapangan saat menerima bola lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Finlandia.

Zodiak Ini Kata Astrologi Pandai Bergaul

Beberapa zodiak cenderung pemalu dan tertutup, sementara zodiak lainnya pandai bergaul sehingga sangat menarik perhatian.

Persib Bandung 1-1 PS Tira Persikabo: Robert Petik Hal Positif

Persib memimpin lewat gol Febri Hariyadi pada menit ke-40 namun disamakan oleh gol balasan Ciro Alves pada menit ke-56.