Ilustrasi kebakaran (Backgroundpictures.org)

Kebakaran di Temanggung selama musim kemarau ini tercatat tujuh rumah terbakar.

Solopos.com, TEMANGGUNG - Selama musim kemarau ini, sedikitnya tujuh rumah mengalami kebakaran di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Terakhir, satu unit rumah yang juga dijadikan sebagai bengkel motor milik Sri Pariyanti, 55, warga Dusun Banyuurip Tengah, Kelurahan Banyuurip, Kecamatan Banyuurip, terbakar, Kamis (13/08/2015).

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Salah seorang kerabat korban, Eko,37, mengatakan, kebakaran tersebut pertama kali diketahui sekira pukul 02.00 WIB. Saat itu api sudah besar.

Kemudian, warga setempat langsung bergotong royong memadamkannya. Api baru padam satu jam setelahnya.

"Saya tidak tahu kalau ada kebakaran meski rumah saya berdekatan dengan rumah korban. Saya baru tahu setelah ada ramai-ramai berteriak kebakaran, lantas keluar rumah, api sudah membara,” ucap Eko seperti dilansir okezone.com, Kamis.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Walngadi, membenarkan adanya peristiwa itu. Namun pihaknya belum menghitung kerugian secara rinci.

Sementara itu, dari catatan BPBD, selama musim kemarau sejak Juli hingga Agustus 2015, terjadi tujuh kebakaran dengan kerugian sekitar Rp253 juta di Temanggung. Pada Juli 2015 ada lima kebakaran dengan kerugian Rp218 juta. Sisanya terjadi pada Agustus 2015 dengan kerugian Rp35 juta.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten