KEBAKARAN SRAGEN : Selidiki Kebakaran 2 Pabrik, Tim Puslabfor Polda Turun Tangan
Warga sekitar tampak berkerumun mengamati asap membumbung tinggi berasal dari pabrik milik PT. Pan Brothers. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Kebakaran Sragen, tim dari Labfor Polda Jateng segera turun tangan menyelidiki penyebab kebakaran dua pabrik di Sragen.

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen bakal mendatangkan tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng untuk menyelidiki penyebab kebakaran di dua gudang pabrik, yakni PT Delta Merlin Sandang Tekstil (DMST) I di Jl. Sragen-Ngawi Bumiaji, Gondang, Sragen, dan PT Pan Brothers Tbk di Jl. Solo-Sragen KM 22 Dukuh Dawangan, Desa Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, pekan depan.

Polres Sragen belum bisa memprediksi kerugian akibat kebakaran di dua pabrik itu karena penghitungan kerugian menjadi wewenang manajemen pabrik bersangkutan. Pernyataan itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso saat dihubungi Solopos.com, Minggu (25/12/2016).  (Baca juga: Gudang PT Delta Merlin Kobong)

“Selama ini pihak perusahaan belum memberi keterangan kepada polisi terkait perhitungan kerugian akibat kebakaran. Kami tidak bisa menghitungnya karena yang tahu persis ya manajemen perusahaan,” ujar dia.

Terkait penyebab kebakaran, Cahyo masih menyelidiki dan untuk penyelidikan lebih lanjut, Cahyo segera berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jateng. Penyelidikan di gudang milik PT DMST I Gondang seluas 5 hektare itu sudah dijadwalkan pekan depan. Namun, Cahyo tidak hafal harinya karena harus menyesuaikan jadwal petugas Puslabfor.

“Kami merencanakan penyelidikan oleh Puslabfor itu pekan depan. Kalau hari ini [Minggu] kan tidak bisa karena hari libur. Sementara untuk DMST itu kan harus menunggu api padam. Ternyata pemadamannya butuh waktu sampai empat hari. Sebelum tim terjun, api harus benar-benar padam,” tambah dia. (Baca juga: Kebakaran Pan Brothers Ludeskan Ratusan Mesin dan Kain Siap Ekspor)

Terpisah, Kepala Bagian Cutting PT Pan Brothers Sragen, Giyanto, menyampaikan masing-masing bagian di PT Pan Brothers masih menghitung kerugian akibat kebakaran yang melalap gudang utama di pabrik garmen itu. Dari catatan Giyanto, setidaknya ada lima unit mesin potong dan delapan unit mesin press hangus terbakar. Delapan unit mesin press di gudang yang terbakar itu, kata dia, menyuplai dua gedung lainnya.

“Selain mesin, ada 400.000 potong pakaian siap jahit yang ikut terbakar. Semula kami menargetkan ada 1 juta potong tetapi baru tercapai sekitar 800.000 potong. Jadi separuhnya yang hangus terbakar. Nilainya berapa belum bisa menghitung. Satu hari tadi [Minggu], ada karyawan yang disuruh masuk untuk membantu-bantu. Atap di gudang itu jatuh sehingga perlu ada yang digeser-geser,” tambahnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom