fire isolated over black background

Semarangpos.com, DEMAK — Sebuah rumah toko di Demak, Jawa Tengah yang menjual aneka sembako dan bahan bakar minyak (BBM) ludes dilalap api, Jumat (4/10/2019). Ludes juga sebuah mobil dan barang berharga lainnya dalam kebakaran yang diduga akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik itu.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Nugroho kebakaran itu menimpa ruko milik Sutrisno, warga Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp400 juta.

Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat pukul 06.45 WIB. Mulanya, pemilik rumah yang pulang dari pasardikejutkan nyala api di rukonya begitu ia memasuki rumah.

Api diperkirakan bersumber dari freezer. Si jago merah lalu merembet ke elpiji serta sebuah mobil Suzuki Katana yang terpakir tak jauh dari sumber api.

Hampir seluruh isi rumah dan toko, kata dia, hangus terbakar meskipun ada upaya pemadaman api oleh tim Pemadam Kebakaran Unit Karangawen beserta Damkar Demak. Korsleting listrik, kata dia, memang sering kali menjadi penyebab terjadinya kebakaran sehingga masyarakat perlu waspada dan mengerti soal listrik agar tidak terjadi kebakaran.

"Misalnya, setop kontak yang seharusnya hanya bisa dibebani dua hingga tiga steker, ternyata masyarakat ada yang memanfaatkannya hingga lebih dari tiga steker. Hal ini memang terlihat sederhana tetapi bisa menjadi penyebab korsleting listrik," ujarnya.

Akibat peristiwa kebakaran tersebut, kata Kepala Desa Blerong Sudarmono, pemilik rumah juga mengalami luka bakar pada bagian kaki serta lengan saat mencoba memadamkan api. "Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Guntur," ujarnya.

Kebakaran ruko tersebut, sempat membuat kepanikan warga sekitar karena beberapa kali terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung elpiji.

Sementara itu, pertamini yang menjual bahan bakar minyak (BBM) eceran menggunakan nozzle (pipa semprot) serta argo digital berhasil diselamatkan. Untungnya, letaknya yang menjorok keluar mendekati jalan raya membuanya tidak ikut terbakar.

BPBD Demak sendiri mencatat peristiwa kebakaran di Kota Wali tersebut sudah mencapai lebih dari 80-an dengan penyebab bervariasi, mulai dari lilin, pembakaran sampah, puntung rokok, kompor, petasan, hingga arus listrik pendek. Adapun dominasi penyebab kebakaran, yakni karena kompor serta korsleting listrik. Untuk itu, masyarakat Demak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau seperti sekarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten