Kebakaran Maut Toko Elektronik di Surabaya, 1 Keluarga Meninggal Dunia
Ilustrasi Kebakaran (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SURABAYA – Kebakaran menimpa sebuah toko elektronik di Jalan Kranggan Surabaya, Minggu (30/8/2020) pagi WIB. Akibat kebakaran tersebut, satu keluarga meninggal dunia.

Satu keluarga itu terdiri dari lima orang. Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, ada satu korban yang sempat berupaya untuk menyelematkan diri. Namun, dia gagal dan akhirnya meninggal.

Datangi Polsek Baki, Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Duwet Sampaikan Ini

Sudirman menjelaskan kelima korban kebakaran yang merupakan satu keluarga itu meninggal di dalam toko. Namun, lokasi penemuannya berbeda-beda yakni di kamar tidur, kamar mandi dan di bawah gardu listrik.

“Ada di kamar, ada di dekat gardu listrik. Betul [ada yang berupaya menyelamatkan diri],” ujar Sudamiran seperti dikutip dari Suara.com, Senin (31/8/2020).

Setelah api berhasil dipadamkan, pihaknya bersama dengan petugas kebakaran serta inafis melakukan olah TKP. Kemudian menemukan lima jenazah di lokasi kejadian.

“Kita melakukan olah TKP dan ditemukan ada lima jenazah atau penghuni toko yang tidak dapat diselamatkan yaitu satu ibu umur 60 tahun, kemudian tiga anak dan satu cucu. Jadi korban jiwa ada lima orang,” ungkap Sudamiran.

Identitas

Sudamiran memastikan kelima korban indentitasnya sudah diketahui semuanya. Di antaranya ada yang berusia 15 tahun. “Umur 15 tahun yang paling kecil. Itu adalah cucu dari pemilik rumah ini. Korban adalah penghuni,” lanjut Sudamiran.

Setidaknya ada 22 mobil Damkar dan 1 Bronto Sky Lift yang dikerahkan dalam insiden kebakaran di toko elektronik tersebut. Dia mengatakan jika pihaknya menerima laporan dari Command Center Polrestabes Surabaya sekitar pukul 08.15 WIB. Kemudian langsung meneruskan ke Damkar Kota Surabaya.

“Kita menghubungi petugas dari pemadam kebakaran kita dibantu dengan 22 mobil kebakaran sekaitr jam 10.30 WIB berhasil dipadamkan,” kata dia.

Wow, Ada Ratusan Pohon Kopi Liberica Berusia Tua di Hutan Pinus Tirtomoyo Wonogiri

Sementara itu, saksi mata Ari Wibowo mengatakan sudah tercium aroma asap sejak pagi. Setelah mencium aroma terbakar, pada 06.30 WIB terdengar teriakan.

“Sekitar pukul 06.30 WIB lebih terdengar ada teriakan, tapi nggak tahu juga sumbernya dari mana, ya dikira anak-anak main gitu,” terangnya.

“Ketahuannya kebakaran itu sekitar pukul 08.00 WIB, ada letusan di pojok situ, dan ada asap keluar yang besar, jelang 5-10 menit ada suara ledakan dari dalam, habis itu belakang asapnya sudah tinggi,” imbuh Ari.

Sumber: Suara.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom