ilustrasi kebakaran. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebuah lahan kosong di Griyan, Baturan, Colomadu, Karanganyar, -lahan-tebu-di-tohudan-karanganyar-gegerkan-warga" target="_blank" rel="noopener">terbakar pada Minggu (1/9/2019) petang. Beruntung api tidak menjalar ke kios-kios yang berada di sebelah timur Jl. Duren.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, api berasal dari tumpukan sampah yang berada di sebuah lahan kosong sebelah utara Jl. Anggrek. Api mulai muncul sekitar pukul 17.00 WIB. Dengan cepat, api tersebut kemudian menjalar ke utara pada sebuah lahan yang dipenuhi rumput dan ilalang tersebut hingga belakang kios Jl. Duren.

Salah seorang pemilik kios di Jl. Duren, Mulyono, 48, mengaku langsung mengambil selang untuk menyemprotkan air ke arah api yang mendekati kiosnya, namun api tak kunjung padam. Dia dan para pemilik kios lainnya kemudian membawa air dengan ember untuk disiramkan ke tumpukan daun kering di belakang kios mereka.

Belakang kios itu juga lahan kosong yang berisi tumpukan daun kering dan sampah. Beruntung, empat unit mobil pemadam kebakaran segera tiba kemudian memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB.

"Seingat saya, kejadian seperti ini sudah dua kali terjadi," ungkap Mulyono saat ditemui Solopos.com, Minggu malam.

Malam itu, ia dan beberapa warga mengontrol lahan bekas -kebakaran-landa-karanganyar-dalam-sehari-ini-perinciannya" target="_blank" rel="noopener">kebakaran. Mereka masih waswas api kembali muncul. "Malam ini kami akan kontrol lagi. Bahaya kalau sampai mendekati kios," terangnya.

Warga lainnya, Suyono, 62, mengaku turut mondar-mandir mengambil air menggunakan ember untuk memadamkan api. Ia juga turut serta mengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang dijual eceran di salah satu kios.

"Awal api sekitar pukul 17.00 WIB. Lalu membesar dengan cepat karena anginnya kencang. Sampai belakang kios-kios ini sebelum maghrib. Untung pemadam -kebakaran-landa-karanganyar-dalam-sehari-ini-perinciannya" target="_blank" rel="noopener">kebakaran segera datang. Kalau mereka telat lima sampai sepuluh menit saja, mungkin kios-kios ini sudah turut dilalap api," terang dia.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten