KEBAKARAN KARANGANYAR : Begini Kronologi Delta Duta Tekstil Terbakar
Api membubung tinggi setelah menghanguskan banguna pabrik tekstil Delta Dunia Tekstil di dusun Geneng, Desa Kaling, Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (13/5/2016) malam. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)

Kebakaran menimpa pabrik pemintalan benang grup Dunia Tekstil, yakni Delta Dunia Tekstil di Tasikmadu.

Solopos.com, KARANGANYAR --Kebakaran menimpa gudang Pabrik PT Delta Dunia Tekstil di Dusun Geneng, Desa Kaling, Tasikmadu, yang terbakar pada Jumat (13/5/2016) sekitar pukul 20.30 WIB.  (Baca juga: Hingga Sabtu (14/5/2016) malam api belum padam)

Api membubung tinggi setelah menghanguskan banguna pabrik tekstil Delta Dunia Tekstil di dusun Geneng, Desa Kaling, Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (13/5/2016) malam. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)
Api membubung tinggi setelah menghanguskan banguna pabrik tekstil Delta Dunia Tekstil di dusun Geneng, Desa Kaling, Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (13/5/2016) malam. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Tetapi, gudang yang berdiri pada lahan seluas lebih dari satu hektare itu ludes terbakar. Gudang menyimpan sisa bahan baku produksi dan kapas seberat 4.500 ton.

Menurut saksi mata yang bekerja sebagai teknisi bagian mesin, Haryanto, 35, menuturkan melihat api dari ventilasi gudang tersebut. Haryanto berinisiatif membuka pintu gudang untuk memastikan apa yang terjadi di dalam gudang.

"Karyawan yang menjaga gudang sudah pulang. Pekerjaan mereka selesai pukul 16.00 WIB. Saya ajak beberapa teman untuk mengecek gudang. Saat buka pintu gudang itu, ber-bal kapas sudah terbakar. Api sudah menyentuh bagian atap," kata Haryanto saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Jumat.

Saat kejadian, Haryanto sedang bertugas di gedung lain di dekat gudang yang terbakar. Kepala Administrasi Gudang, Murdiyanto, menjelaskan dia berada di lokasi kejadian setelah mendengar kabar dari petugas keamanan pabrik.

Sebanyak tujuh pemadam kebakaran berada di lokasi kejadian. Pemadam kebakaran dari Kabupaten Karanganyar, Sragen, Bakorwil II Surakarta, dan lain-lain. Selain tujuh mobil pemadam kebakaran, ada satu tangki air milik DKP Kabupaten Karanganyar dan sejumlah wilayah di Soloraya.

Sukarelawan dari BPBD, Tim SAR, dan lain-lain berupaya memadamkan api. Ruas Jalan Raya Tasikmadu-Kebakkramat ditutup dari dua arah. Namun, sejumlah warga sekitar maupun pengendara yang nekat berlalu lalang memadati tepi jalan menuju pabrik.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Nugroho, menyampaikan kebakaran terjadi pukul 20.30 WIB. Nugroho menceritakan bahwa karyawan pabrik berupaya memadamkan api tetapi gagal.

"Langkah darurat hendak dilakukan. Tetapi hidrant di pabrik enggak berfungsi. Mereka menghubungi BPBD. Kami koordinasi dengan pemadam kebakaran se-Soloraya dan sukarelawan. Informasi yang kami terima, gudang menyimpan kapas, solar, dan forclip. Solar untuk mesin," ujar dia.

Nugroho menjelaskan pemadaman api mengalami kendala cuaca, yakni angin cukup kencang. Hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah di Karanganyar tetapi belum dapat memadamkan api. "Belum berani menghitung kerugian. Penyebab apa belum berani ngomong. Infonya api dari tengah kapas. Gedung dekat tempat produksi dan mesin."

Informasi yang dihimpun Solopos.com,hingga berita ini diturunkan belum sepenuhnya padam. Masih ada api-api kecil dan bara-bara api. Besarnya api yang mengamuk sempat membuat warga panik dan resah. "Ada yang bilang 'gedhene kaya ngene iki nek ra udan apa isa mati?' [besarnya seperti ini kalau enggak ada hujan apa bisa padam],'" ujar Fairusy Zery Amudony, warga Kebakkramat, Karanganyar, yang menghubungi Solopos.com, Jumat (13/5/2016) malam pukul 22.45 WIB.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho