Tutup Iklan

Kebakaran Kandang Ayam di Tegowanu Grobogan, 20.000 Ayam Terpanggang

Kebakaran kandang ayam milik Suparno, 59, warga Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, terjadi Rabu (22/9/2021).

 Kandang ayam milik Suparno, 59, warga Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan ludes terbakar, Rabu (22/9/2021). Kerugian akibat kejadian ini Rp500 juta. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kandang ayam milik Suparno, 59, warga Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan ludes terbakar, Rabu (22/9/2021). Kerugian akibat kejadian ini Rp500 juta. (Istimewa)

Solopos.com, PURWODADI – Kebakaran kandang berisi ribuan ayam kembali terjadi di Kabupaten Grobogan. Kali ini terjadi di Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Rabu (22/9/2021). Kandang ayam yang terbakar milik Suparno, 59, warga Desa Medani.

Informasi yang dihimpun kejadian kebakaran tersebut diketahui sekira pukul 04.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang menyebabkan kandang berukuruan 8 meter x 70 meter ludes.

“Akibat kebakaran, pemilik kandang kehilangan sekitar 20.000 ekor ayam berumur satu pekan yang hangus terpanggang. Akibat kejadian ini kerugian yang diderita pemilik kandang sekira Rp500 juta,” kata Camat Tegowanu, Yunus Suryawan, Rabu (22/9)

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Jateng Dipercepat, Sepekan 1,6 Juta Orang Disuntik

Peristiwa kebakaran kandang ayam milik Suparno, berawal ketika saksi Mahmud, 37, pagi itu mendengar suara kemretek seperti kayu terbakar. Mahmud yang merupakan pekerja kandang tersebut langsung mengecek kondisi kandang.

Ternyata sebagian besar kandang sudah terbakar. Mahmdud langsung memanggil rekan kerjanya, Tansini, 40, untuk memadamkan api sambil berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan keduanya langsung berdatangan ke kandang.

“Saat diketahui, api sudah terlanjut membesar dan membakar bangunan kandang. Upaya pemadaman dengan peralatan seadanya bersama warga tak maksimal,” ungkapnya.

Baca juga: Senggol Bodi Truk, Pengendara Motor di Grobogan Tewas

Kebakaran Alat Penghangat Kandang Ayam

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke kecamatan dan diteruskan ke pos pemadam kebakaran. Tak lama kemudian mobil pemadam kebakaran dari pos Gubug datang ke lokasi kandang ayam. Upaya pemadaman cukup memakan waktu. Petugas damkar dibantu warga baru berhasil memadamkan api setelah berjuang tiga jam.

“Keterangan penjaga kandang, api pertama kali terlihat dari alat penghangat kandang ayam. Mengenai penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan polisi,” kata Camat Tegowanu.

Sebelumnya pada Minggu, 1 Agustus 2021, kebakaran sebuah kandang ayam berisi 13.000 ekor ayam berusia 22 hari, milik Titin Eny, 41, di Dusun Batur, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer. Korban mengalami kerugian Rp1,2 miliar dan satu pekerjanya, Joko Asmono, 42, mengalami luka bakar di bagian leher.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Siap-Siap! 4,8 Juta Pelaku Perjalanan Masuk Jateng saat Libur Nataru

Dinas Perhubungan atau Dishub Jateng memprediksi ada sekitar 4,8 juta pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Jateng saat libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Sosok Bripka Rustam, Terjang Banjir Grobogan Sambil Gendong Nenek-nenek

Bhabinkamtibmas Desa Lemah Putih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Bripka Rustam, menggendong Mbah Nasiyem, 80, keluar dari rumahnya yang terendam banjir Senin (6/12/2021) siang.

Lakukan KDRT, Pegiat HAM di Semarang Dituntut 4 Bulan Penjara

Pegiat HAM di Semarang yang juga mantan komisioner KIP Jateng, SH, hanya dituntut 4 bulan penjara atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Bantu Korban Erupsi Semeru, Jateng Kirim Bantuan Senilai Rp934 Juta

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng mengirimkan 50 sukarelawan dan bantuan logistik untuk membantu korban erupsi Gunung Semeru di Jatim.

Banjir Landa Brati Grobogan, 150 Rumah dan 200 Hektare Sawah Terendam

Hujan deras menyebabkan 150 rumah warga dan sekitar 200 hektare sawah di Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, kebanjiran pada Senin (6/12/2021).

Alasan Asmara, Pemuda Kendal Bunuh Teman di Saluran Air

Seorang pemuda di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), tega melakukan pembunuhan terhadap temannya atas dasar permasalahan asmara.

Hidden Canyon, Mutiara Tersembunyi di Kaki Pegunungan Muria

Hidden Canyon merupakan mutiara tersembunyi yang menyimpan pesona luar biasa di wilayah Pegunungan Muria.

Januari 2022 Puncak Musim Hujan, Jateng Siaga Banjir

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari 2022 dan mengingatkan warga Jateng waspada karena termasuk wilayah siaga banjir.

Saung Diterjang Banjir, Kakek di Brebes Terseret Arus Sungai Pemali

Seorang kakek di Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dikabarkan hanyut akibat banjir yang melanda Sungai Pemali.

Innalillahi! Bus Rombongan Warga Toroh Grobogan Nyemplung ke Sungai

Bus rombongan warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh terguling dan masuk sungai di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Bus Sudiro di Tol Semarang-Solo

Bus PO Sudiro Tungga Jaya jurusan Jakarta-Yogyakarta mengalami kebakaran di tol Semarang-Solo, Bergas, Kabupaten Semarang.

Angkut 30 Penumpang, Bus Sudiro Tunggal Kebakaran di Tol Semarang-Solo

Gangguan mesin menyebabkan bus PO Sudiro Tunggal mengalami kebakaran saat melintasi tol Semarang-Solo, tepatnya di Kabupaten Semarang.

PLN Bagikan Gerobak Molis kepada UKM Jateng, Dorong Produktivitas Usaha

PLN memberikan bantuan gerobak motor listrik (molis) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada pelaku UKM di Jateng untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Polres Kudus Gerebek Tempat Produksi Minuman Keras Jenis Arak

Jajaran Polres Kudus menggerebek tempat produksi minuman keras atau miras di sebuah gudang, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Sidak Wali Kota Semarang Viral, Warganet Ramai Ikutan Usul Ini

Unggahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan sidak di Kantor Kelurahan Bulusan, di akun instagram pribadinya mendadak viral.

Sejarah Vihara Buddhagaya Semarang

Vihara Buddhagaya di Semarang, Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang karena didirikan sejak 500 tahun lalu, tepatnya saat keruntuhan Majapahit.