Petugas memantau lokasi area hutan di Jendi, Selogiri, Wonogiri, yang terbakar pada Sabtu (31/8/2019). (Istimewa - BPBD Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI — -rumah-warga-jatipurno-wonogiri-kobong-gara-gara-bakar-sampah" target="_blank" rel="noopener">Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Wonogiri kembali terjadi di tengah musim kemarau. Kali ini kebakaran terjadi di dua lokasi di Kecamatan Selogiri, Sabtu (31/8/2019).

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, kepada wartawan, Minggu (1/9/2019), menginformasikan kali pertama api membakar hutan di Dusun Ngelo RT 002/RW 008 Desa Jendi. Api diketahui muncul pukul 11.00 WIB.

Awalnya warga bersama personel BPBD, sukarelawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan penyuluh kehutanan lapangan (PKL) memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api merambat dengan cepat karena angin berembus kencang dan baru bisa dipadamkan pukul 15.00 WIB.

“Api membakar hutan di lahan seluas lebih kurang 4 hektare [ha]. Pepohonan, seperti jati dan mahoni ludes. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka,” kata Bambang.

Dia melanjutkan, pada pukul 18.00 WIB terlihat api membakar lahan warga di Ceperan, Jendi. Setelah menerima informasi itu, warga sekitar bersama personel BPBD berusaha memadamkan api agar tak mengarah ke permukiman. Saat itu api sudah berada lebih kurang 500 meter dari permukiman warga.

Api membakar hingga malam hari dan baru dapat dipadamkan pukul 21.00 WIB. Api menghanguskan pepohonan dan semak belukar di lahan seluas lebih kurang 5 ha.

Sebelumnya, -api-hanguskan-5-hektare-hutan-di-wonogiri" target="_blank" rel="noopener">karhutla terjadi di area permakaman di Tegalrejo, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri, Jumat (23/8/2019) siang. Kebakaran tersebut merupakan peristiwa kali kedua yang terjadi lokasi yang sama. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu.

Warga setempat, Iwan, 38, kepada Solopos.com, Jumat sore, menyampaikan dirinya mengetahui lahan permakaman terbakar sesaat setelah sampai di rumah. Saat itu dia melihat api sudah membakar dedaunan kering dan semak belukar di kuburan dan sekitarnya. Api semakin lama merambat ke area sekitarnya. Dia memperkirakan lahan yang terdampak kebakaran luas lebih kurang 2.000 m2.

Iwan menduga api berasal dari kawasan permakaman. Kemungkinan ada orang yang membakar sampah tanpa diawasi, lalu api menjalar ke area sekitarnya termasuk permakaman. “Kalau api muncul sendiri kemungkinannya sangat kecil. Untungnya api bisa padam sendiri,” kata Iwan kepada Solopos.com.

Pada harinya, karhutla terjadi di lereng Gunung Brojo, Dusun Watingglang, Joho, Purwantoro. Warga melihat hutan -di-selogiri-wonogiri-terbakar" target="_blank" rel="noopener">terbakar pada pukul 09.30 WIB. Saat itu muncul asap tebal sehingga warga lalu melapor ke pemerintah desa. Warga, aparat TNI, polisi, dan petugas Perhutani memadamkan api dengan alat seadanya, seperti ranting kayu yang masih terdapat daun. Api dapat dipadamkan pukul 14.00 WIB. Kendati demikian, warga tetap siaga untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten