Tutup Iklan
Warga melihat bekas kebakaran di Bukit Jabalkat, Paseban, Bayat, Klaten, Rabu (4/9/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- https://solopos.com/topic/1637/kebakaran-klaten" title="Bukit Jabalkat di Bayat Klaten Terbakar">Kebakaran menghanguskan dua hektare lahan hutan milik Perhutani di Bukit Jabalkat, Paseban, Bayat, Klaten, Rabu (4/9/2019) pukul 08.30 WIB.

Kobaran api yang membakar daun jati, pohon jati, dan rumput kering itu hanya berjarak 100 meter dengan permukiman warga di RT 001/RW 013, Paseban, Bayat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi, belum diketahui pasti penyebab https://soloraya.solopos.com/read/20190802/493/1009762/rumah-warga-tulung-klaten-terbakar-saat-ditinggal-salat-jumat" title="Rumah Warga Tulung Klaten Terbakar Saat Ditinggal Salat Jumat">kebakaran di hutan milik Perhutani tersebut. Api berasal dari arah selatan di Bukit Jabalkat.

Warga di dekat Bukit Jabalkat dan sukarelawan di kawasan Paseban langsung bahu-membahu memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya.

“Api benar-benar padam mulai pukul 10.35 WIB. Saya juga ikut memadamkan tadi dengan melokalisasi titik api. Warga dan sukarelawan lainnya memadamkan api pakai daun, ranting, kayu, dan alat lainnya. Jarak kobaran api dengan rumah warga berkisar 100 meter. Untungnya cepat dipadamkan,” kata salah satu warga Paseban, Tri Yuni, 43, saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu.

Tri Yuni mengatakan musibah https://soloraya.solopos.com/read/20190704/493/1003108/37-musibah-kebakaran-terjadi-di-klaten-pada-januari-juni-2019" title="37 Musibah Kebakaran Terjadi di Klaten pada Januari-Juni 2019">kebakaran di Bukit Jabalkat memang kerap terjadi pada musim kemarau. Saat hutan di bukit terbakar pagi tadi, warga mendengar suara api yang membakar dedaunan.

"Suaranya kretek-kretek. Kami juga tak tahu penyebab kebakarannya. Apakah puntung rokok atau sinar matahari yang menyengat. Yang terpenting bagi kami, api segera dipadamkan,” katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Desa (Kades) Paseban, Eko Tri Raharjo. Musibah kebakaran di Bukit Jabalkat langsung dapat diatasi oleh warga, sukarelawan, prajurit TNI/Polri, dan elemen masyarakat lainnya.

“Tiap musim kemarau memang seperti itu. Ini merupakan kali pertama pada tahun ini. Lahan yang terbakar saat ini termasuk kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Eko Tri Raharjo mengatakan pemadaman api di Bukit Jabalkat hanya dilakukan secara manual. Pemadaman api tak melibatkan petugas pemadam kebakaran (damkar) karena jalan menuju Bukit Jabalkat tak dapat dilewati mobil damkar.

“Tak ada kendala berarti saat pemadaman tadi. Meski dipadamkan secara manual, kobaran api langsung dapat diatasi. Terkait pemicu kebakaran, kami juga belum bisa menjelaskan secara detail. Biasanya, terjadinya kebakaran di lokasi [Bukit Jabalkat] berawal dari orang yang bakar sampah. Lalu apinya merembet ke hutan,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten