Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.

 Kerajinan logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

SOLOPOS.COM - Kerajinan logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Seni kriya logam di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo menjadi bagian penting bagi perekonomian Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Produk kerajinan ini didorong untuk terus maju menembus pasar dunia.

Tim peneliti dari Universitas Indonesia (UI) mengatakan perlu adanya perlindungan, pengembangan, pembinaan, serta pemanfaatan seni kriya logam tersebut.

PromosiPeningkatan Ekspor Kopi Bisa Dimulai Dari Penanganan Masalah di Petani

Baca juga: Ini Asal Usul Nama Boyolali, Ada Kaitannya dengan Buaya?

Salah satu tim peneliti UI, Widhyasmaramurti, mengatakan, seni kriya logam di Tumang, Cepogo, Boyolali, itu sudah dikenal luas oleh masyarakat lokal hingga mancanegara. Produk kerajinan ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Salah satu upaya yang ditekankan olehnya yakni regenerasi perajin seni kriya Tumang oleh generasi muda,” katanya dalam acara audiensi bersama Bupati Boyolali M Said Hidayat, di Kantor Bupati Boyolali, Kamis (30/12/2021), sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (17/1/2021).

Baca juga: Kisah Susi Ikuti Latsar CPNS Boyolali Saat Hamil 9 Bulan

Potensi kerajinan logam dari Cepogo, Boyolali, itu dipandang sangat luar biasa. Hal tersebut merupakan kearifan lokal yang perlu dikembangkan.

Desa Cepogo Boyolali yang memiliki 9.093 jiwa yang terdiri dari 3.033 Kepala Keluarga (KK). Tumang merupakan sentra kerajinan tembaga memiliki 55 outlet showroom dan 178 bengkel menengah besar dengan pelaku usaha sejumlah 2.000 orang. Banyaknya pelaku usaha di desa tersebut, dapat dikatakan bahwa seni kriya logam sudah menjadi industri rakyat yang terinternalisasi dalam kehidupan sehari hari masyarakat sekitar.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.