Menteri Kelautan dan Perikanan Edhi Prabowo turut memanen benih ikan nila di Loka Ngrajek Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/12/2019). (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, MUNGKID — Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Jumat (6/12/2019), meninjau Balai Benih Ikan Loka Ngrajek, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ia mengaku optimistis target produksi ikan air tawar tahun depan bakal tercapai.

Target produksi ikan air tawar Indonesia tahun 2020 mencapai 4.685.446 ton dari total perikanan budi daya secara nasional sebesar 18.440.000 ton. "Sebanyak 4.685.446 ton adalah komoditas ikan air tawar seperti ikan mas, nila, lele, patin, dan gurame," kata Edhy Prabowo.

Untuk menghasilkan 4.685.446 ton ikan air tawar untuk konsumsi tersebut, kata Edhy Prabowo, maka dibutuhkan benih sebanyak 29 miliar. Ia mengatakan pada periode 2014-2019, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menggulirkan bantuan benih ikan sebanyak 437 juta ekor.

Di tahun 2019, KKP menargetkan bantuan benih ikan sebanyak 213 juta ekor. Bantuan, kata Edhy Prabowo, juga diberikan berupa pembangunan sarana dan prasarana 18 unit pembenihan skala rakyat (UPR).

Ia menyampaikan penyediaan benih ikan dan calon induk ikan unggul merupakan faktor esensial dalam kegiatan budi daya ikan. Ketersediaan benih bermutu di masyarakat turut membantu mendongkrak produksi ikan serta memastikan keberlanjutan produksi perikanan budi daya.

KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) sebagai regulator terus melakukan penguatan di bidang pembenihan ikan, antara lain dengan menjamin ketersediaan benih dan calon induk unggul, menerapkan biosecurity secara ketat, melakukan sertifikasi cara pembenihan ikan yang baik (CPIB), dan melakukan monitoring residu dan kesehatan ikan.

Edhy Prabowo menuturkan penerapan biosecurity yang ketat dan monitoring residu bermanfaat untuk dapat menghasilkan produksi benih bebas penyakit. Selain itu manfaat lain yang didapat adalah kepercayaan pasar dan produktivitas yang meningkat serta ongkos produksi yang optimal.

Selain itu, kata dia, KKP juga melakukan pengaturan impor induk dan benih ikan, melakukan riset mengenai pembenihan, pembagian benih ikan kepada pembudidaya, dan pelepasliaran benih ikan di perairan umum, bantuan sarana dan prasarana UPR, serta perizinan dan sertifikasi unit pembenihan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten