Ke Klaten, Gubernur Jateng Ajak Belajar Kelola Tilapia
Proses produksi Tilapia di PT Aquafarm Nusantara Semarang. (Bisnis-Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG — Perusahaan penanaman modal asing asal Swiss, PT Aquafarm Nusantara, berhasil mendongkrak ekspor tilapia atau daging ikan nila Jawa Tengah ke sejumlah negara tujuan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengajak pembudidaya ikan di provinsinya belajar mengembangkan komoditas ke Klaten.

PT Aquafarm Nusantara merupakan perusahaan budi daya dan pengolahan perikanan bertanggung jawab yang berkantor pusat di Medan, Sumatra Utara. Menurut Ganjar Pranowo keberhasilan PT Aquafarm Nusantara yang merambah ekspor naturally better tilapia ke ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Kanada patut dicontoh.

Keberhasilan Aquafarm, menurut dia bukan saja mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut mengembangkan komoditas itu. Bahkan cara Aquafarm menurutnya harus bisa dipelajari oleh orang lain.

"Tilapia atau ikan nila di Klaten sudah diekspor ke Amerika. Itu harganya bagus, pasarnya bagus, dan mungkin kita memang the best. Ternyata tilapia ini tidak terlalu banyak diketahui, jadi saya ingin prospek ini kemudian dikembangkan. Kalau ada yang mau belajar silakan datang ke Klaten," tegasnya.

Maklum saja, pada tahun 2019 ini, PT Aquafarm Nusantara telah mengekspor 1.535 ton naturally better tilapia ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Kanada. Presiden Komisaris PT Aquafarm Nusantara Sammy Hamzah pun tak jemawa. Ia mengatakan bahwa perusahaanya terus mencari cara untuk meningkatkan produksi secara efisien.

Sedangkan Presiden Direktur PT Aquafarm Nusantara Juan Carlos memaparkan perusahaannya memiliki budi daya ikan tilapia di Wadas Lintang, Wonogiri, Kedung Ombo, dan Wunut serta pabrik pengolahan di Semarang. Perusahaan ini memiliki total karyawan 750 orang.

Sejumlah karyawan PT Aquafarm Nusantara menyortir potongan ikan tilapia atau ikan nila.(Antara-Wisnu Adhi)
Sejumlah karyawan PT Aquafarm Nusantara menyortir potongan ikan tilapia atau ikan nila.(Antara-Wisnu Adhi)

Di sela-sela acara Ekspor Raya Hasil Perikanan Jawa Tengah 2019 di Kantor Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang, Jumat (22/11//2019), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pengembangan sektor perikanan tersebut diharapkan bisa memberikan dampak positif.

Di antaranya, kata Ganjar, bisa mendongkrak ekonomi nasional dengan meningkatkan devisa, memberdayakan potensi yang ada di daerah-daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Tugas kita dalam politik ekspor dan politik perikanan, kita bisa mengikuti perkembangan bisnis perikanan ini. Masyarakat itu butuhnya apa nanti akan kita buatkan. Misal butuh pelatihan, ya dibuatkan. Kalau butuh peningkatan kapasitas dan akses modal, ya ayo. Tadi juga ada dari pihak bank juga," katanya.

Menurut Ganjar Pranowo pengembangan semacam itu perlu kerja sama banyak pihak. "Saya kira ini cara coworking yang bisa kita lakukan sehingga semua bisa belajar bersama. Sudah saatnya kita masuk pada kualitas yang tinggi dan bersaing di kancah dunia," imbuhnya.

Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana menyebutkan dalam ekspor raya hasil perikanan di tahun 2019, Jawa Tengah telah mengekspor sebanyak 41.289 ton dengan nilai Rp2,4 triliun. Adapun masuk hingga bulan Oktober 2019 sudah ada ekspor hasil perikanan mencapai Rp790 miliar.

Hasil perikanan tersebut diekspor ke 11 negara, di antaranya ada Amerika Serikat, Italia, China, Taiwan, Filipina, Singapura, dan beberapa negara lainnya. "Daging ikan tilapia atau nila produksi PT Aquafarm Nusantara masuk enam besar ekspor produk ikan Jawa Tengah 2019 yang berjumlah 1.535 ton dan bernilai Rp103 miliar," jelasnya.

Sementara enam besar ekspor produk ikan adalah daging rajungan, surimi, cumi-cumi, udang putih, udang vanamei dan daging nila atau tilapia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Bisnis


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho